Lewat JFSS, Kadin Dorong Terobosan Kebijakan Akses Permodalan Bagi Petani, Peternak dan Nelayan

Oleh : Ridwan | Jumat, 09 Maret 2018 - 13:20 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -Jakarta, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia melalui Jakarta Food Security Summit mendorong adanya strategi dan terobosan kebijakan penyediaan akses pemodalan bagi para petani, peternak maupun nelayan.

Wakil Ketua Umum KADIN bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan, Franky O. Widjaja seusai diskusi di Jakarta Convention Center mengatakan, selain masih terbatas, akses pemodalan yang ada umumnya mengenakan suku bunga yang terlalu tinggi bagi para petani.

"Padahal, kontribusi sekto pertanian di Indonesia mencapai 13.6% dari PDB, dan untuk sektor pengolahan berbasis pertanian telah menyerap lebih dari35% tenaga kerja," ujar Franky di Jakarta Convention Center, Jumat (9/3/2018).

Karenanya, ia mengimbau segenap pemangku kepentingan mengambil contoh dari sejumlah skema pembiayaan yang selama telah berjalan efektif.

"Pola Inti-Plasma pada perkebunan kelapa sawit yang menerapkan skema close loop misalnya, dimana antara petanikoperasiperbankanavalis berintegrasi dalam polayang saling menguntungkan," terangnya.

Dikatakan Franky, dalam penerapannya, para pekebun menggarap lahan bersertifik atau legal, yang memungkinkan mereka mengagunkannya untuk menjaring kredit dengan bunga terjangkau.

"Dengan ketersediaan pendanaan, para pekebun mampu membeli dan menggunakan bibit unggul bersertifikat, sehingga produktivitas mereka meningkat," kata Franky.

Lebih lanjut, ia mengatakan, disana terdapat pula pendampingan bagi pekebun guna menjalankan praktik agribisnis terbaik (Good Agricultural Practices). Menurut Franky, koperasi akan berperan sentral selaku lembaga berbadan hukum yang mewadahi seluruh interaksi para pihak tadi.

"Hal ini dapat coba diterapkan pada sektor komoditas yang lain. Pihaknya juga berharap agar Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah berlangsung dengan melibatkan bank milik Pemerintah, dapat terserap dengan optimal dan tepatsasaran," tuturnya.