Tersandung Kasus Dugaan Makar, Putri Proklamator Korban Kelompok Berkepentingan

Oleh : Hariyanto | Jumat, 13 Januari 2017 - 19:37 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Sebagai Alumni Universitas Bung Karno, Ketua Umum Sentral Gerakan Rakyat Akhrom Saleh meminta kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia agar menghentikan kasus dugaan makar kepada putri proklamator Republik Indonesia, pasalnya Ibu Rahmamawati sudah lanjut usia dan kondisi kesehatan juga sudah menurun.

Menurut Akhrom, turut sertanya Rahmawati dalam kegiatan dugaan makar yang dimotori oleh beberapa tokoh nasional hanyalah dimanfaatkan semata, sehingga dengan menyandang nama besar Bung Karno harapan mereka dapat mempengaruhi opini publik, dan memiliki daya tekan yang kuat.

"Coba saja kita perhatikan kondisi kesehatan ibu rahmawati, beliau saja jalan sudah tidak sanggup harus didorong-dorong dengan mengenakan kursi roda, ini artinya sangat jelas bahwasanya beliau cuma dimanfaatkan oleh segelintir kelompok kepentingan." ujar Akhrom kepada INDUSTRY.co.id, Jumat (13/1).

Ia menyebutkan, banyak pertimbangan bila pihak kepolisian ingin menghentikan perkara Rahmawati.

"Selain putri proklamator, ibu rahmawati juga sudah lanjut usia serta kondisi kesehatan tidak memungkinkan lagi untuk mengikuti terus menerus proses perkara dugaan makar tersebut, faktor kemanusian harus dikedepankan." ucap Akhrom yang juga Relawan Jokowi pada Pilpres 2014 yang lalu.

Akhrom menambahkan bahwa iasangat menghargai kinerja pihak kepolisian dalam menjalankan tugas-tugas negaranya, hanya saja selain profesionalitas, polri juga dapat mempertimbangkan faktor kemanusiaan.

"Seperti fakta kondisi kesehatan ibu Rahmawati sekarang ini." Ujarnya.

Akhrom juga membenarkan bahwa sebagai Relawan Jokowi ia pernah mengkritisi Rahmawati dengan kelompok kepentingan yang menungganginya.

"Hanya melihat fakta kondisi kesehatan ibu Rahmawati kian hari semakin menurun maka kami putuskan prihatin dan untuk tidak kembali mengkritisi Ibu Idiologis kami." lanjutnya.

Ia menegaskan pihak kepolisian agar mengedepankan faktor kemanusiaan untuk segera menghentikan perkara yang dilanda ibu Rahmawati Soekarnoputri.

"Agar rakyat Indonesia juga semakin mencintai Polri sebagai garda terdepan pengayom masyarakat." pungkas Akhrom

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →