Belasan Ton Stok Garam Rakyat Sumenep Masih Belum Terserap Perusahaan

Oleh : Hariyanto | Minggu, 11 Februari 2018 - 07:17 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Sumenep - Asosiasi Masyarakat Garam (AMG) Sumenep menolak keras rencana pemerintah untuk melakukan impor garam. Pasalnya, saat ini masih ada sekitar 15 ribu ton garam rakyat di Sumenep hasil produksi 2017 yang masih belum terserap.

"Belasan ribu ton garam sisa stok 2017 masih ada di petani. Jadi sebenarnya bukan stok garam itu tidak ada, tapi memang sudah tidak ada perusahaan yang melakukan pembelian," kata Ketua Asosiasi Masyarakat Garam (AMG) Sumenep, H. Ubaidillah, Sabtu (10/02/2018).

Karena itu, ia menolak keras rencana pemerintah melakukan impor garam 3,7 ton, karena bisa membunuh petani garam. Apalagi jumlah itu dinilai terlalu berlebihan.

"Bagaimana mungkin rencana swasembada garam tahun 2020 bisa terwujud kalau pemerintah justru melakukan impor garam besar-besaran? Petani garam ini dibunuh kebijakan impor garam," katanya.

Ia menceritakan, pasca kabar impor garam, sejumlah perusahaan garam tidak lagi melakukan pembelian garam rakyat. Padahal stok garam panen 2017 masih ada di gudang petani.

"Ada perusahaan garam yang siap untuk membeli dengan harga Rp 2 juta per ton. Tetapi gudangnya tutup, tidak melakukan pembelian. Kan sama juga bohong ini," ucapnya.

Menurut Ubaid, saat ini garam impor ditengarai sudah masuk ke Jawa Timur. Jumlahnya sekitar 50 ribu ton, dengan importir PT Mitra Tunggal Perkasa.

"Masuknya garam impor pasti berdampak terhadap harga garam rakyat di tingkat petani. Karena itu kami berharap agar Pemerintah bisa mengendalikan kebijakan impor garam, agar tidak merugikan petani," ucapnya. (bj)

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →