5-15 Perusahaan akan Diajukan Hipmi Jaya untuk Lakukan PUPS Tahun ini

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 01 Februari 2018 - 11:53 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (Hipmi Jaya) akan mendorong 5-15 perusahaan yang berada di bawah Hipmi Jaya untuk melaksanakan Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) alias go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini.

“Pasalnya, pasar modal Indonesia adalah pasar modal yang memberikan imbal hasil paling baik di dunia dalam 10 tahun terakhir ini,” ujar Affifudin S. Kalla, Ketua Umum BPD Hipmi Jaya, ketika membuka perdagangan saham tadi pagi di BEI, Kamis (01/02/2018).

Sementara itu, Tito Sulistio, Direktur Utama BEI, menyambut baik langkah yang akan dilakukan anggota Hipmi Jaya tersebut untuk segera melakukan PUPS.

“Hal mendasar yang patut selalu diingat, jangan menunggu besar baru go public, tetapi jadilah besar karena go public,” tutur Tito.

Pasar modal Indonesia dinilai sebagai pasar modal yang memberikan imbal hasil paling baik di dunia. Itu dibuktikan bahwa hingga akhir pekan lalu, nilai kapitalisasi pasar BEI sudah mencapai Rp7,4 triliun dengan nilai transaksi harian rata-rata sebesar Rp11 triliun.

Kenaikan rata-rata nilai transaksi harian tersebut dibarengi dengan rata-rata volume transaksi yang meningkat 20,84% menjadi 13,16 miliar unit saham. Adapun rata-rata frekuensi transaksi di BEI juga ikut terangkat 7,63% menjadi 427.720 kali transaksi.

Sementara itu, investor asing melakukan pembelian bersih (net buying) pada perdagangan saham pekan lalu bernilai total Rp695 miliar. Sepanjang 2018 ini, investor asing telah mencatat net buying senilai Rp4,32 triliun. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →