Laba Bersih 2018 Citra Marga Nusaphala Persada Ditargetkan Rp725 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 31 Januari 2018 - 17:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Manajemen PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), operator jalan tol dalam kota, menargetkan laba bersih Rp725 miliar pada 2018. Itu lebih tinggi 7,1% dibandingkan dengan realisasi laba 2017 sebesar Rp677 miliar.

Demikian diungkapkan Shadik Wahono, Presiden Direktur CMNP, dalam acara paparan publik di Kantor Pusat CMNP, Sunter – Jakarta Utara, Rabu (31/01/2018).

“Pertumbuhan laba tahun ini ditopang oleh kenaikan pendapatan dari pengoperasian dua ruas tol baru, yaitu ruas tol Soreang-Pasir Koja yang beroperasi pada Januari ini dan tol Depok-Antasari Seksi 1A yang akan beroperasi pada April mendatang,” ujar Shadik.

Shadik menjelaskan, pengoperasian kedua ruas tol baru tersebut, sedikit banyak bakal mendongkrak nilai pendapatan perseroan pada tahun ini. Kendati demikian, kontribusi pendapatan dari kedua ruas tol tersebut belum terlalu besar.

“Berbeda dengan kontribusi pendapatan yang berasal dari pengoperasian tol Surabaya yang sudah berjalan selama lebih dari 10 tahun. Karena itu, kontribusi pendapatan ruas tol tersebut dapat mencapai 10% dari pendapatan konsolidasi perseroan,” papar Shadik.

Shadik menuturkan, kedua ruas tol yang baru beroperasi pada tahun ini diperkirakan hanya memberikan kontribusi antara 2-3% dari pendapatan konsolidasi perseroan.

“Mudah-mudahan sih besarnya kontribusi pendapatan dari kedua proyek baru ini nantinya akan bisa signifikan bagi pendapatan konsolidasi perseroan,” tutur Shadik.

Disamping itu, Shadik menjelaskan, bisnis CMNP ke depan tetap menjadi operator jalan tol dalam kota. Karena itu, manajemen CMNP tidak tertarik untuk ikut serta dalam tender pembelian salah satu ruas tol dari tujuh ruas tol yang ditawarkan pemerintah saat ini.

Karena itu, demikian Shadik, manajemen CMNP saat ini sedang menungggu persetujuan bagi pengembangan sebuah proyek ruas tol dalam kota. Kendati demikian, Shadik enggan menjelaskannya lebih lanjut. Kendati demikian, proyek tersebut masuk ke dalam kategori Tahap Kedua dan investasi yang dibutuhkan dalam proyek itu mencapai Rp17,3 triliun. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →