Jasa Armada Indonesia Tandatangani Kesepakatan Kerja Sama dengan PetroChina

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 19 Januari 2018 - 14:37 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) melakukan penandatanganan kerja sama operasional dengan PetroChina International Jabung Ltd di Jakarta, Jumat (19/01/2018). Kerja sama itu dilakukan dalam bidang pemanduan dan penundaan kapal-kapal milik PetroChina.

“Lewat kerja sama ini, maka kami secara resmi akan menjadi operator pandu tunda bagi kapal-kapal yang berada di TUKS (Terminal Untuk Kepentingan Sendiri-red) PetroChina Maritime Terminal di Tanjung Jabung, Provinsi Jambi,” papar Dawam Atmosudiro, Direktur Utama IPCM, usai acara penandatanganan kerja sama tersebut di Jakarta.

Ketika ditanyakan mengenai nilai kontrak yang diterima IPCM dalam kerja sama ini, Dawam hanya memberikan gambaran, bahwa layanan jasa pandu tunda yang diberikan perseroan untuk sebuah kapal berbobot mati 120.000 ton akan menghasilkan pendapatan Rp1,25 miliar.

“Ini adalah langkah awal bisnis kami di luar wilayah Pelindo II. Selama ini, kami menyediakan layanan pandu tunda untuk kapal-kapal yang berada di wilayah operasional Pelindo II. Jasa layanan ini memberikan kontribusi hingga 80% dari pendapatan konsolidasi perseroan,” ujar Dawam.

Sisanya, demikian Dawam, yaitu 20% dari pendapatan IPCM berasal dari layanan jasa pandu tunda kapal-kapal yang berada di luar wilayah Pelindo II, yaitu di Bayah, Banten untuk TUKS PT Cemindo Gemilang dan TUKS PetroChina seperti yang baru ditandatangani hari ini.

Sementara itu, Herman Susilo, Direktur Keuangan IPCM, perseroan ke depan akan terus melakukan ekspansi bisnis dengan memberikan layanan jasa pandu tunda untuk segmen TUKS, terminal khusus lepas pantai dan layanan jasa STS (ship-to-ship) di luar wilayah Pelindo II. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →