Dorong Pariwisata Danau Toba dan Borobudur, Menko Luhut Gelar Rakor

Oleh : Chodijah Febriyani | Kamis, 11 Januari 2018 - 10:55 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Samosir - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Pengarah Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dan Badan Otorita Borobudur (BOB) di Laguboti, Toba Samosir pada hari Rabu (10/1/2018).

Menko Luhut juga menjelaskan mengenai pertumbuhan ekonomi dunia di mana Indonesia mempunyai kontribusi yang sangat signifikan, dan kawasan pariwisata Danau Toba maupun Borobudur masih dalam proses pengembangan. Untuk itu, ia mengaku akan terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk mendorong pengembangan destinasi wisata unggulan tersebut.

"Indonesia merupakan salah satu mesin pertumbuhan ekonomi dunia, dengan kontribusi 2,5 persen ke pertumbuhan ekonomi dunia. Dalam tiga tahun ke depan, diperkirakan ekonomi global yang sekarang sebesar USD 75 triliun akan tumbuh lagi sebesar USD 6.5 triliun,” kata Menko Luhut, melalui siaran persnya yang diterima Industry.co.id.

Sebagai negara yang berperan dalam pertumbuhan ekonomi global, mantan Menko Polhukam itu mengungkapkan perlunya negara lain berinvestasi di Indonesia mengingat pertumbuhan ekonomi Tanah Air diperkirakan akan menjadi negara ekonomi terbesar kelima di dunia pada tahun 2030.

Selain itu, kecenderungan investasi di kawasan Asia Tenggara menempatkan Indonesia sebagai destinasi investasi kedua setelah Singapura.

Menko Luhut menambahkan berbagai progres Indonesia, yakni pertumbuhan turis asing di Indonesia hampir empat kali lebih besar dibandingkan dari ASEAN. Di Indonesia tumbuh sebesar 25,68 persen (periode Januari-Agustus 2017), sedangkan ASEAN tujuh persen.  

“Dalam pertumbuhan kawasan itu, kami meningkatkan pengembangan beberapa destinasi wisata, yakni pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas, salah satunya Kawasan Pariwisata Danau Toba, dan selain itu juga termasuk di dalamnya Badan Otorita Borobudur (BOB),” imbuhnya.

Sementara untuk Badan Otorita Borobudur (BOB), Menko Luhut berharap segera ada perkembangan mengenai Kelengkapan organisasi BOB hingga Kepala Divisi segera ditindaklanjuti oleh Badan Pelaksana BOB. BOB perlu segera melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan di daerah [Borobudur – Yogyakarta, Solo – Sangiran, dan Semarang – Karimun Jawa, serta Percepatan penetapan status Lahan Otoritatif 50 ha sebagai aset BOB (proses tukar guling kawasan hutan).