Mapala UI Berhasil Taklukkan Puncak Tertinggi di Antartika

Oleh : Chodijah Febriyani | Senin, 08 Januari 2018 - 18:50 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Antartika - Puncak Vinson Massif, merupakan puncak tertinggi di benua Antartika, dimana Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) telah berhasil menginjakkan kaki di puncak tersebut pada 6 Januari 2018, tepatnya pada pukul 16.30 waktu Chile, atau 7 Januari 2018 pukul 02.30 WIB.

Dedi Satria (M-737-UI) sebagai wakil pendaki Mapala UI telah menyelesaikan puncak ke-6 dalam upaya Mapala UI meneruskan pendakian Seven Summits dunia.

Pencapaian yang luar biasa. Telah lama kami menanti dan mempersiapkan untuk menggapai puncak ini. Akhirnya kami dapat mencapai puncak ke-6 dalam rangkaian Seven Summits, puncak di benua paling dingin, ujar manajer tim pendakian Vinson Massif, Ade Wahyudi, (M-713-UI), melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id, Senin (8/1/2018).

Setelah mempersiapkan pendakian sejak Februari 2017. Dedi berangkat pada tanggal 25 Desember 2017, tepatnya pada pukul 19.00 dan pada 26 Desember lalu sudah mendarat di Punta Arenas, Chile. Akibat cuaca yang tidak mendukung, tim baru dapat melanjutkan penerbangan ke Antartika pada tanggal 1 Januari. Sementara pendakian baru dimulai pada tanggal 2 Januari 2018.

Pada hari pertama pendakian tersebut, tim mencapai low camp (camp pertama) ditemani dengan cuaca yang amat baik. Perjalanan dari base camp sampai low camp ini memakan waktu selama kurang lebih 4 jam 30 menit.

Kemudian pada tanggal 3 Januari 2018, tim menetap di low camp sambil berlatih kembali mengenai cara berpindah menggunakan fixed rope. Baru pada tanggal 4 Januari, tim melanjutkan perjalanan ke high camp. Di high camp, tim menetap selama dua hari untuk beristirahat dan bersiap melakukan summit (perjalanan ke puncak) pada 6 Januari 2018. Akhirnya, pada tanggal 6 Januari, tim berhasil mencapai puncak Vinson Massif, titik tertinggi di Antartika.

Diketahui, memiliki ketinggian 4.987 mdpl menjadikan Vinson Massif sebagai puncak tertinggi di benua Antartika. Gunung ini hanya boleh didaki ketika wilayah selatan bumi mengalami musim panas, yaitu berkisar bulan Desember dan Januari. Kebalikan dari wilayah utara bumi yang pada bulan tersebut sedang mengalami musim dingin.

Chodijah Febriyani Lihat semua artikel →