Suku Bunga 7-Day Repo Rate Tetap, IHSG Hari ini Berpotensi Menguat

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 15 Desember 2017 - 07:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal kembali menguat pada perdagangan hari ini karena merespon sentimen positif terhadap keputusan Bank Indonesia (BI) yang menahan tingkat suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate pada level 4,25%.

“Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang tetap mempertahankan tingkat suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate pada level 4,25% mengindikasikan bahwa perekonomian Indonesia saat ini masih cukup stabil,” ujar William Suryawijaya, analis PT Indosurya Sekuritas, di Jakarta, Jumat (15/12/2017).

William menuturkan, penguatan IHSG pada perdagangan hari ini tampaknya bakal ditopang oleh publikasi data neraca perdagangan yang diperkirakan stabil. IHSG saat ini tampaknya terus bergerak untuk mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa.

“IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi menguat dan tampaknya bakal bergerak pada kisaran 6.001-6.142,” tukas William.

Dengan adanya penguatan lanjutan tersebut pada perdagangan hari ini, demikian William, maka para pelaku pasar dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengakumulasi saham-saham pilihan.

William merekomendasikan BELI terhada saham-saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Waskita Beton Precast (WSBP).

“Disamping itu, saham-saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga boleh dikoleksi untuk saat ini,” pungkas William. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →