Kegiatan Pengeboran Minyak AS Meningkat, Harga Minyak di Pasar Global Tumbang

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 05 Desember 2017 - 11:19 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - New York – Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2018 turun 1,5% atau 89 sen ke posisi US$57,47 per barel di New York Mercantile Exchange pada penutupan perdagangan Senin (04/12/2017) waktu New York atau Selasa (05/12/2017) pagi WIB.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Februari 2018 terpangkas US$1,28 ke US$62,45 per barel di ICE Future Europe, London. Itu adalah harga terendah Brent dalam dua pekan terakhir ini.

Penurunan harga minyak di pasar global tersebut dipicu oleh munculnya kekhawatiran terhadap kesepakatan OPEC dan produsen non-OPEC yang memperpanjang pemangkasan produksi minyak. Pasalnya, kesepakatan tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan kegiatan pengeboran minyak Amerika Serikat (AS).

Menurut survei ISC Evercore, OPEC bersama negara-negara produsen non-OPEC, termasuk Rusia, pada pekan lalu sepakat untuk terus memangkas produksi minyak mentah hingga akhir 2018. Disaat yang sama, berbagai perusahaan pengeboran minyak AS diperkirakan bakal meningkatkan anggaran pengeboran hingga 20% pada 2018.

“Mantapnya kenaikan produksi minyak AS  tersebut diperkirakan bakal menggerus harapan OPEC untuk menyeimbangkan pasar,” tutur John Kilduff, seorang mitra Again Capital LLC.

Sementara itu, Khalid Al-Falih, Menteri Energi Arab Saudi, menegaskan, penurunan produksi dilakukan setelah harga minyak melonjak 20% pada awal September 2017. Sementara itu, berbagai negara produsen minyak akan terus memangkas produksi hingga permintaan berada di level yang seimbang dengan pasokannya.

Menurut survei Bloomberg News terhadap para analis, perusahaan minyak, produksi minyak OPEC pada November lalu turu ke tingkat terendah dalam 6 bulan terakhir ini. Akan tetapi, kegiatan pengeboran minyak AS dalam melonjak pesat seraya menggagalkan kesepakatan OPEC tersebut.

Menurut data Baker Hughes yang dipublikasikan pada akhir pekan lalu, total rig minyak AS sudah berada di level tertinggi sejak September pekan lalu. Sementara itu, produksi minyak AS berada pada rekor tertinggi dalam statistik mingguan pemerintah.

Pioneer Natural Resources Co, salah satu pengeboran minyak terbesar di AS, bakal mendorong peningkatan produksi menjadi lebih dari 1 juta barel per hari (bph) pada 2026 dibandingkan produksi sebanyak 300.000 bph pada triwulan ini. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →