Waspadai Kenaikan Produksi, Harga CPO Malaysia Berpotensi Turun

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 20 November 2017 - 11:59 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Malaysia diperkirakan bakal kembali turun pada perdagangan Senin (20/11/2017).

“Pasalnya, pelaku pasar mempertimbangkan kenaikan pajak impor minyak nabati di India dan adanya proyeksi kenaikan produksi,” ujar Faisyal, analis bursa komoditas PT Monex Investindo Futures, di Jakarta, Senin (20/11/2017).

Pemerintah India telah menaikkan bea masuk untuk CPO menjadi 30% dari sebelumnya 15% sebagai upaya untuk membatasi pengiriman CPO yang lebih murah dan meningkatkan harga CPO lokal guna mendukung para petani lokal.

Menurut survei Reuters, produksi CPO Indonesia berpeluang naik 8,8% dari 3,63 juta ton menjadi 3,95 juta ton pada September 2017.

Hasan Hasril Siregar, Direktur Lembaga Penelitian Kelapa Sawit Indonesia, mengemukakan, produksi CPO pada Oktober 2017 seharusnya lebih tinggi karena merupakan puncak musim panen sawit.

“Produksi sawit pada November 2017 ini diperkirakan bakal kembali ke level seperti pada September lalu,” imbuh Hasan.

Pada perdagangan hari ini, para pelaku pasar akan menantikan laporan ekspor CPO dari perusahaan Cargo Surveyor ITS dan Cargo Surveyor SGS untuk jumlah permintaan minyak sawit.

Sementara itu, kurs ringgit Malaysia hari ini berpotensi bergerak pada kisaran 2.620-2.730 per dolar Amerka. Titik support terdekat diprediksi berada di posisi 2.650 dengan titik resistensi terdekat pada 2.700. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →