BPD Maluku Malut Tawarkan Bunga Obligasi antara 7,5-9,65% per Tahun

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 07 November 2017 - 14:06 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara (BPD Maluku Malut) menerbitkan obligasi II/2017 bernilai Rp500 miliar.

"Kami menawarkan bunga obligasi itu antara 7,7-9,65% per tahun," ujar Aleta da Costa, Direktur BPD Maluku Malut, dalam konferensi pers usai rapat uji tuntas di Jakarta, Selasa (07/11/2017).

Aleta menuturkan, obligasi yang bakal dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Desember 2017 tersebut terdiri dari 3 seri, yaitu Seri A dengan tenor 370 hari, Seri B berjangka 3 tahun dan Seri C berjangka 5 tahun.

Menurut Aleta, bunga obligasi Seri A tersebut ditawarkan antara 7,5-8,25% per tahun, Seri B di kisaran 8,5-9,25% pe tahun dan Seri C di antara 9-9,65% per tahun.

Pembayaran bunga obligasi tersebut akan dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Dalam penerbitan obligasi yang memperoleh peringkat A (idn) (single A) dan ber-outlook stabil tersebut, BPD Maluku dan Malut menunjuk PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi efek.

Menurut jadwal, perseroan akan melakukan penawaran awal (bookbuilding) pada7-21 November 2017. Perseroan berharap bakal memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 November 2017.

Jika pernyataan efektif OJK dapat diperoleh sesuai dengan jadwal tersebut, maka penawaran umum obligasi tersebut pasca bookbuilding diharapkan dapat terwujud pada 4-5 Desember 2017, sehingga dapat dicatatkan di BEI pada 11 Desember 2017.

BPD Maluku Malut adalah bank yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Kepemilikan saham Pemerintah Provinsi Maluku di bank tersebut saat ini sebesar 57,2% dan sisanya 42,8% dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →