Luhut dan Novanto Yakin Chappy Hakim Pilihan Terbaik

Oleh : Herry Barus | Selasa, 22 November 2016 - 11:13 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta,  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan  dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto menilai penunjukan Chappy Hakim sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia merupakan pilihan terbaik saat ini.

"Saya kira itu sudah dipilih. Mungkin (dia) pilihan terbaik," katanya di Kemenko Kemaritiman  di Jakarta  Senin (21/11)

Seperti dikutip Antara, mantan Menko Polhukam itu menuturkan penunjukan Chappy Hakim dilakukan secara profesional. Ia menambahkan alasan dipilihnya pimpinan Freeport Indonesia dari kalangan militer kemungkinan karena kemampuan mereka dalam mengelola organisasi.

"Itu mungkin yang didapat sementara yang lebih bagus 'manage' (mengelola) itu mungkin militer," katanya. Terkait percepatan divestasi saham Freeport, Luhut mengaku penunjukan Chappy Hakim tidak memiliki korelasi signifikan karena aturan divestasi sudah tertuang dalam perundangan.

Sementara itu Setya Novanto saat berkunjung ke Kemenko Bidang Kemaritiman berharap  pemilihan Chappy Hakim bisa memberikan arti yang besar bahwa ke depan perusahaan tambang emas dan tembaga itu akan memberikan kontribusi untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Tentu dengan Presdir yang baru ini akan lebih memudahkan dalam program-program yang betul-betul untuk kepentingan Indonesia," katanya.


Setnov, sebagaimana ia disapa, mengatakan pemilihan Chappy Hakim telah melalui evaluasi panjang sehingga diharapkan dapat benar-benar menjembatani kepentingan negara.

Ia berharap pemilihan Chappy Hakim bisa memberikan arti yang besar bahwa ke depan perusahaan tambang emas dan tembaga itu akan memberikan kontribusi untuk kepentingan bangsa dan negara.

Sementara itu pemerhati sektor energi Fahmy Radhi mengungkapkan,. “Freeport mencari figur yang bisa menjamin keamanan dan melancarkan lobi ke pemerintah untuk perpanjangan kontrak karya (KK) Freport 2021,” tegas dia.

Fahmy menjelaskan, sebelum Chappy, Freeport juga memilih Marsekal Muda TNI (Purn) Maroef Sjamsoeddin menggantikan Rozik B Soetjipto sebagai presdir Freeport Indonesia, meskipun akhirnya memilih mengundurkan diri pada 18 Desember 2016.

“Dahulu Sjamsoeddin juga latar belakangnya militer dan intel. Kini juga dari militer penggantinya. Saya tidak yakin Chappy mampu meningkatkan kinerja hasil pertambangan Freeport, karena secara profesional bukan bidang keahlian Chappy,” kata Fahmy.

Menurut Fahmy, Freeport Indonesia memang tidak membutuhkan presdir untuk meningkatkan kinerja perseroan, lantaran pengelolaan tambang dan manajemen Freeport Indonesia sesungguhnya dikendalikan oleh manajemen induk usaha, yakni Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc langsung dari kantor pusat Phoenix, Arizona, Amerika Serikat.

Pengumuman internal dari Presiden dan CEO Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc Richard C Adkerson tertanggal 19 November 2016 kepada perusahaan itu juga menyebutkan, Chappy telah menjadi penasihat senior Freeport Indonesia sejak Agustus 2016.

Chappy yang merupakan lulusan Akabri angkatan 1971 juga pernah menjabat sebagai Ketua Tim Nasional Evaluasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi pada 2007.

Ia menyelesaikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) pada 1987, Sekolah Staf dan Komando Gabungan (Seskogab) 1997, dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) pada 1998.

Chappy, pria kelahiran Yogyakarta, 17 Desember 1947, diangkat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) pada 2002 saat Presiden dijabat Megawati Soekarnoputri.(hrb)

Herry Barus Lihat semua artikel →