Rawan PHK, Pemerintah Diharapkan Dapat Mengatur Aplikasi Online

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 31 Oktober 2017 - 08:20 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Perkembangan aplikasi online saat ini, khususnya e-commerce, dikhawatirkan mengurangi penggunaan tenaga kerja di Indonesia. Tingginya tingkat pengangguran di negara berpenduduk terbesar ke-4 di dunia itu dinilai belum siap menghadapi perubahan itu

Indonesia mengalami pertumbuhan penduduk sebanyak 5 juta jiwa per tahun. Kondisi itu mengakibatkan tingginya kebutuhan lapangan kerja. Jika lapangan kerja berkurang, maka tingkat pengangguran akan terus meningkat.

“Karena itu, pemerintah diharapkan dapat mengatur penerapan aplikasi digital berbasis bisnis secara hati-hati,” ujar Hary Tanoesoedibjo, Chairman MNC Group, di Jakarta, Senin (30/10/2017) petang.

Harry mengemukakan, jangan sampai berbagai aplikasi online dari berbagai perusahaan asing mengurangi penggunaan tenaga kerja di Indonesia. Karena itu, perkembangan aplikasi lokal harus tetap didukung semua pihak.

Kendati demikian, menurut Harry, perkembangan aplikasi online berbasis domestik juga perlu diatur oleh pemerintah agar tidak kontraproduktif terhadap lapangan kerja yang dibutuhkan masyarakat.

Harry menuturkan, pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini tidak mungkin dapat dibendung atau dihilangkan begitu saja. Akan tetapi, kondisi itu menimbulkan dua masalah pokok yang harus diperhatikan, yaitu masalah jaringan dan konten aplikasi.

“Internet adalah jaringan yang diperlukan dalam teknologi informasi. Pembangunan infrastruktur yang mendukung peningkatan layanan internet sangat dibutuhkan di Indonesia.” ujar Harry.

Infrastruktur tersebut dapat mendorong perkembangan ekonomi, pendidikan, hingga seluruh lini kehidupan masyarakat. Kecepatan koneksi nirkabel dapat membuat seluruh sendi kehidupan masyarakat menjadi lebih efisien. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →