Penyerapan BMDTP Masih Rendah Hanya Lima Persen

Oleh : Ridwan | Senin, 23 Oktober 2017 - 12:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Chairman Indonesia Shipbuilding and Offshore Association (Iperindo), Eddy Kurniawan mengatakan, selama ini pemerintah sudah memberikan fasilitas terkait Bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP), tetapi daya serapnya masih rendah sekitar lima persen.

"Rendahnya seraoan tersebut karena rumitnya proses dan pengajuan. Proses BMDTP yang mau kita bebaskan bea masuknya tahun depan harus kita ajukan tahun ini, sedangkan kebanyakan komponen-komponen kalap itu berdasarkan pemesanan," terang Eddy di Jakarta Senin (23/10/2017)

Labih lanjut, Eddy menambahkan, saat ini kita dari asosiasi masih bekerjasama dengan Menko Perekonomina dan Kemenperin untuk finalisiasi Permen pembebeasan bea masuk untuk komponen yg belum diprodusksi di dalam negeri.

"Kebijakan Presiden Nomor 25 kan sudah menyepakati komponen bea masuk untuk sekitar 115 komponen, sekarang tinggal penerbitan Permennya sehingga mudah diserap," tutup Eddy.

Seperti diketahui, sektor perkapalan menjadi salah satu sektor industri yang berhak menerima BMDTP.

"Selain BMDTP tentu komponen-komponen lain juga bisa didorong untuk dimanfaatkan industri galangan kapal nasional," ujar Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di Jakarta (23/10/2017).

Selain itu, lanjut Airlangga, saat ini industri galangan kapal sudah kita dorong dengan kebijakan fiskla, tinggal kita dorong dari segi keberpihakan menggunakan industri nasional.

"Ini tentu kita akan dorong galangan-galangan kapal yang ada baik di Batam, Cilegon, Lamongan maupun Surabaya bisa terdorong," ungkapnya.

 

 

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →