MTFN Alokasikan Belanja Modal US$20,6 Juta untuk 2017

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 27 Desember 2016 - 20:25 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN), emiten pertambangan migas, mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) sebesar US$20,6 juta untuk membiayai operasional perseroan pada 2017. Belanja modal itu berasal dari kombinasi dana internal kas perseroan dan pinjaman dari luar perseroan.
 
Sugeng Purnomo, Direktur MTFN dan juga menjabat sebagai Corporate Secretary perseroan, mengungkapkan, sebesar US$10,58 juta dari dana belanja modal itu akan digunakan untuk membiayai pengeboran sumur delinasi Air Komering Kedua (AK-2) pada April 2017, dimana pelaksanaan survei seismik dua dimensinya akan dilakukan pada Maret 2017.
 
“Sisanya sebesar US$10,02 juta akan digunakan untuk membiayai pengeboran sumur minyak Bantuas-1 dan pelaksanaan survei seismik dua dimensi. Kedua kegiatan itu dilakukan oleh PT Kutai Etam Petroleum, anak usaha perseroan yang mengelola blok Seinangka-Senipah melalui kontrak bagi hasil (PSC/Production Sharing Contract) pada April 2017,” papar Sugeng dalam acara paparan publik di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (27/12) petang.
 
Sugeng mengemukakan, kegiatan pengeboran sumur delinasi Air Komering Kedua (AK-2) pada April 2017 akan dilakukan oleh PT Cahaya Batu Raja, anak usaha perseroan yang dibentuk untuk melakukan kontrak bagi hasil (PSC) di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan.
 
Sebelumnya, demikian Sugeng, perseroan telah melakukan pengeboran sumur AK-1 di desa Sumber Ringin, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan. Pengeboran sumur yang dilakukan hingga kedalaman 4.150 kaki tersebut bertujuan untuk membuktikan adanya kandungan minyak bumi dan gas di dalam struktur lapisan tanah di kawasan tersebut.
 
Kegiatan tersebut akhirnya menghasilkan tiga sumur yang mengandung gas alam di kedalaman antara 2.381-2.410 kaki. Total produksi gas alam di kedalaman antara 2.402-2.410 kaki tercatat sebanyak 3,3 juta kaki kubik per hari. Adapun produksi gas alam pada kedalaman 2.370-2.381 kaki adalah 5,4 juta kaki kubik per hari. Setelah penemuan gas alam tersebut, sumur AK-1 itu ditinggal untuk sementara (suspended) hingga dilakukan pengembangan selanjutnya. (abr)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →