GMF Perusahaan MRO Pertama Melantai di Bursa

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 30 September 2017 - 10:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk, perusahaan perawatan pesawat (MRO) di Indonesia, semakin dekat menjadi perusahaan publik, mengingat rencana penawaran umum perdana mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan.

"Kami yakin dan optimistis ini adalah langkah terbaik untuk meningkatkan nilai perusahaan serta memberikan kontribusi lebih bagi Indonesia," kata Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto dalam keterangan tertulis yang diterima Redasi di Jakarta, Jumat. (29/9/2017)

Total saham yang ditawarkan GMF dalam penawaran umum perdana (IPO) ini adalah sebanyak 2.823.351.100 lembar saham yang keseluruhannya merupakan saham baru atau sebanyak 10 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor GMF setelah IPO.

Sementara itu, total saham yang ditawarkan pada rencana awal adalah sebanyak-banyaknya sebesar 10.890.068.700 lembar saham yang keseluruhannya merupakan saham baru, atau setara dengan sebanyak-banyaknya sebesar 30 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor perusahaan setelah IPO, dengan komposisi 20 persen untuk publik dan 10 persen untuk investor strategis.

Dikatakan, dengan mempertimbangkan animo dari calon investor baik publik maupun investor strategis selama masa book-building, dan untuk mengoptimalkan nilai perusahaan, maka GMF memutuskan untuk melepas saham dengan komposisi 10 persen untuk publik pada saat IPO dan 20 persen untuk investor strategis pasca IPO yang diharapkan dapat mendukung visi GMF menjadi "Top 10 MRO in The World".

Masa penawaran untuk publik akan berlangsung pada tanggal 2, 3, dan 4 Oktober 2017, dengan membuka gerai di kantor Biro Administrasi Efek Datindo Entrycom yang terletak di Jl. Hayam Wuruk No. 28 lantai 2 Jakarta Pusat.