WSKT Tetap Lanjutkan Divestasi 10 Ruas Tol Meski dalam Format Berbeda

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 22 September 2017 - 16:55 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta Manajemen PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tetap melanjutkan divestasi 10 ruas tol yang dioperasikan PT Waskita Toll Road (WTR), anak usaha WSKT di bidang pengoperasian jalan tol, kendati dalam bentuk yang berbeda.

Saat ini, manajemen WSKT sedang mempertimbangkan penggabungn ketujuh ruas tol tersebut (sebagian besar adalah bagian dari tol Trans Jawa) dalam satu paket. Sementara tiga ruas tol lainnya akan dijual terpisah dan dinegosiasikan langsung dengan calon pembeli.

Tiga dari ketujuh ruas tol yang digabungkan dalam satu paket tersebut akan selesai pembangunannya pada akhir 2017. Sedangkan pembangunan empat ruas tol lainnya dijadwalkan selesai pada Mei 2018.

Jika skema ini gagal, maka saham WTR akan ditawarkan kepada investor publik melalui Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester pertama 2018, ujar M. Choliq, Direktur Utama WSKT, di Jakarta, Jumat (22/09/2017).

Choliq mengemukakan, PUPS itu dapat dilakukan secara mandiri oleh WTR maupun melalui penggabungan aset ruas tol WTR dengan berbagai ruas tol yang dimiliki PT Jasa Marga Tbk (JSMR) pada jaringan tol Trans Jawa.

Untuk mengembangkan ruas tol berikutnya, WSKT hingga 2019 membutuhkan investasi bernilai Rp120 triliun. Rinciannya, sebesar Rp40 triliun dibiayai oleh dana kas internal dan sisanya melalui utang.

Choliq menuturkan, pembiayaan yang berasal dari dana kas internal akan menggunakan dana internal yang ada saat ini senilai Rp16 triliun. Itu terdiri dari dana kas yang tersedia sebesar Rp8 triliun, sindikasi kredit perbankan Rp5 triliun serta dari penerbitan obligasi baru-baru ini bernilai Rp3 triliun.

Sementara itu, demikian Choliq, sisanya berasal dari pembayaran serah terima proyek bernilai Rp30 triliun dari WSKT kepada pemilik proyek yang akan dilakukan pada akhir 2018. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →