Rehat Tengah Hari, IHSG Ditutup pada Posisi 5.874

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 11 September 2017 - 17:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup di posisi 5.874 pada sesi pertama perdagangan Senin (11/09/2017), naik 0,3% atau 18 poin dibandingkan penutupan pada akhir pekan lalu di level 5.857. Sepanjang sesi pertama perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.858-5.877.

Total nilai jual-beli saham di sesi pertama perdagangan hari ini tercatat sebesar Rp2,61 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 3,88 miliar unit saham. Sementara itu, investor asing melakukan aksi jual saham bersih (net selling) bernilai Rp170 miliar dengan volume penjualan bersih (net selling volume) sebanyak 47 juta unit saham.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers di sesi pertama perdagangan hari ini adalah saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang harganya naik 4,6% atau Rp90 menjadi Rp2.040 per unit, saham PT Bumi Resources Tbk yang harganya meningkat 3,3% atau Rp8 menjadi Rp252 per unit dan saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang harganya terangkat 3,1% atau Rp30 menjadi Rp1.005 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang menjadi top losers adalah saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang harganya terpangkas 4,2% atau Rp425 menjadi Rp9.600 per unit, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang harganya susut 4,2% atau Rp75 menjadi Rp1.705 per unit dan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang harganya turun 2,8% atau Rp60 menjadi Rp2.100 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →