Pemerintah Jangan Lengah Meski Fundamental Ekonomi Kuat Fiskal Resilien

Oleh : Kormen Barus | Jumat, 10 Juli 2026 - 10:29 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Berbagai indikator menunjukkan kondisi fiskal Indonesia tetap resilien dan sustainable. Realisasi APBN 2026 semester I menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Namun, implementasi fiskal harus menunjukkan tata kelola (governance) yang baik, menjaga efektivitas belanja, serta tetap menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. 

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61% pada kuartal I-2026 (yoy) menunjukkan fondasi ekonomi nasional tetap kokoh di tengah perlambatan ekonomi global. Namun, hal itu tidak boleh membuat pemerintah lengah. 

Tantangan berupa pelemahan daya beli masyarakat, ketidakpastian pasar keuangan global, hingga belum pulihnya kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia masih perlu diantisipasi.
Pesan tersebut mengemuka dalam “Investortrust Discussion Forum: Membedah Resiliensi dan Kredibilitas Ekonomi-Fiskal” di Habitate Jakarta, Kamis (9/7/2026). 

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef,  M. Rizal Taufiqurrahman  mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 menjadi sinyal bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih berada pada jalur yang sehat. "Mudah-mudahan pada kuartal II pertumbuhan ekonomi masih bisa mencapai 5,4%, didukung berbagai stimulus fiskal yang telah diberikan pemerintah," ujar Rizal.

Menurut Rizal, pemerintah telah mengambil langkah yang tepat melalui paket stimulus senilai Rp26,84 triliun yang digelontorkan selama April-Juni 2026. Stimulus tersebut mencakup bantuan pangan, insentif transportasi, program magang, hingga subsidi sektor manufaktur untuk menjaga konsumsi masyarakat.

Meski demikian, Rizal mengingatkan, sejumlah indikator menunjukkan masyarakat masih menghadapi tekanan. Meski indeks keyakinan konsumen (IKK) masih berada di zona optimistis, trennya terus menurun akibat tekanan terhadap kelompok kelas menengah.

“Di sisi lain, investor global juga masih bersikap wait and see di tengah perlambatan ekonomi dunia, suku bunga tinggi, serta fluktuasi harga minyak yang memicu kenaikan inflasi,” tandas dia.

Sementara itu, Wakil Direktur Samuel Sekuritas, Suria Dharma menilai kondisi fiskal Indonesia masih sangat terjaga. Pendapatan negara APBN semester I-2026 terealisasi  Rp1.459,4 triliun atau 46,3% dari target, tumbuh 21,4% (yoy).

“Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi pasar karena menunjukkan kemampuan pemerintah menjaga kesehatan fiskal di tengah dinamika ekonomi global. Ini perkembangan yang cukup positif bagi pasar," ujar dia.
 

Kormen Barus

Pimpinan Redaksi

Kormen Barus adalah seorang jurnalis dan editor senior yang saat ini dikenal sebagai Pimpinan Redaksi di media portal berita nasional ⁠Industry.co.id. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai jurnalis untuk portal Infomoneter dan Redaktur Pelaksana di Majalah Business Review. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia adalah penulis yang telah menerbitkan karya di bidang lingkungan, seperti buku yang berjudul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa

Lihat semua artikel →