Menperin Agus Gumiwang Respons Cepat Insiden di PT Raw Botanical Nusantara
INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bergerak cepat menindaklanjuti insiden ledakan yang disertai kebakaran di fasilitas produksi PT Raw Botanical Nusantara, Kawasan Industri Candi, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu pagi tersebut mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia dan tujuh orang lainnya mengalami luka bakar.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban dalam kecelakaan kerja tersebut.
Ia menegaskan bahwa penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus menjadi perhatian utama seluruh pelaku industri, terutama pada penggunaan peralatan bertekanan tinggi.
"Kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia, serta mendoakan para pekerja yang mengalami luka-luka agar segera pulih. Kejadian ini menjadi alarm keras bagi sektor industri untuk terus memperketat implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya pada penggunaan mesin-mesin industri dengan risiko atau tekanan tinggi," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita.
Sebagai langkah awal, Menteri Perindustrian menginstruksikan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro untuk mengerahkan Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) ke lokasi kejadian.
Tim tersebut bertugas melakukan verifikasi lapangan, menghimpun informasi, serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan guna mendukung proses investigasi.
Laporan sementara menunjukkan gejala panas berlebih (overheat) pada mesin produksi mulai terdeteksi sekitar pukul 09.30 WIB.
Beberapa menit kemudian terjadi ledakan pada tabung sterilisasi di area produksi bagian belakang yang memicu kebakaran dan menyebabkan sebagian bangunan runtuh. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 WIB.
Korban meninggal diketahui bernama Muhammad Bryan Febryantoro, warga Mranggen, Kabupaten Demak.
Sementara itu, tujuh pekerja lainnya mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang dan telah mendapatkan perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma, MPH.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika mengungkapkan bahwa dugaan sementara mengarah pada kegagalan fungsi tabung sterilisasi akibat lonjakan suhu dan tekanan yang melampaui batas kemampuan desain peralatan.
"Saat ini pihak perusahaan bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polrestabes Semarang sedang melakukan olah TKP dan pendalaman untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa apakah ada unsur kelalaian. Kami di Direktorat Jenderal Industri Agro juga telah berkoordinasi dengan Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) di Semarang untuk terus mengawal penanganan insiden ini," kata Putu.
Untuk mendukung proses penyelidikan, aktivitas produksi di pabrik tersebut dihentikan sementara.
Kemenperin menyatakan akan terus memantau perkembangan investigasi dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.
Selain itu, Kemenperin mengingatkan seluruh pelaku industri manufaktur agar melakukan inspeksi, pemeliharaan, dan kalibrasi mesin produksi secara berkala.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja dan memastikan operasional industri berjalan dengan aman.