Kemenperin Apresiasi Langkah DPR Cari Solusi Pasokan Gas Industri
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengapresiasi langkah cepat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam membantu mencarikan solusi atas persoalan pasokan gas bagi industri nasional. Peran Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dinilai menjadi angin segar di tengah tantangan yang dihadapi sektor manufaktur.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief mengatakan, langkah konkret yang dilakukan DPR dengan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan menjadi upaya penting untuk menjaga keberlangsungan industri nasional.
"Kami sangat mengapresiasi perhatian mendalam dan langkah konkret dari Bapak Sufmi Dasco Ahmad selaku Wakil Ketua DPR RI. Fasilitasi yang beliau berikan untuk mempertemukan para pemangku kepentingan guna mencari jalan keluar masalah gas ini adalah angin segar yang sangat dibutuhkan industri di tengah tantangan berat dan kompleks saat ini," kata Febri di Jakarta, Senin (29/6).
Menurut Febri, kepastian pasokan gas bumi dengan harga yang kompetitif menjadi faktor penting bagi keberlangsungan investasi dan produktivitas sejumlah sektor industri strategis di Indonesia.
Di saat yang sama, Kemenperin juga menyampaikan aspirasi dari para pelaku industri nasional terkait implementasi kebijakan Alokasi Gas Industri Tertentu (AGIT). Industri manufaktur berharap kuota pasokan gas yang telah ditetapkan pemerintah dapat dipenuhi secara penuh tanpa pengurangan.
Febri menjelaskan terdapat beberapa poin utama yang menjadi harapan pelaku industri. Pertama, penyaluran gas melalui skema AGIT harus dipenuhi 100 persen sesuai ketentuan yang berlaku. Kedua, tidak boleh ada pengurangan volume pasokan secara sepihak karena berpotensi mengganggu proses produksi. Ketiga, kepastian pasokan energi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing industri nasional.
"Pelaku industri sangat berharap agar apa yang sudah diputuskan oleh pemerintah terkait AGIT dapat direalisasikan sepenuhnya di lapangan. Tidak boleh ada pemotongan atau pengurangan volume, karena setiap penurunan pasokan akan langsung mengoreksi produktivitas manufaktur kita," tegasnya.
Kemenperin menilai keandalan pasokan energi tidak hanya berdampak pada kegiatan produksi, tetapi juga berpengaruh terhadap daya saing produk lokal di pasar domestik maupun pasar ekspor.
Ke depan, Kemenperin menyatakan akan terus mengawal koordinasi bersama DPR RI serta kementerian dan lembaga terkait guna memastikan iklim usaha tetap stabil, kondusif, dan mendukung pertumbuhan industri nasional.