APBN 2026 Difokuskan Cetak Talenta STEM, Kemenkeu Pacu Industrialisasi Menuju Indonesia Emas 2045
INDUSTRY.co.id - Jakarta — Pemerintah terus mengarahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen utama untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, riset, dan industrialisasi guna menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting bagi upaya membawa Indonesia menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di Jakarta, Minggu (28/6). Menurutnya, pencapaian target Indonesia Emas 2045 membutuhkan sinergi yang erat antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan pelaku industri agar kebijakan ekonomi yang dihasilkan semakin berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
"Melalui forum KSTI ini, pemerintah mengajak perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri untuk memperkuat kolaborasi dalam menghasilkan kebijakan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional," ujar Purbaya.
Ia menegaskan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak dapat dilepaskan dari pembangunan SDM yang unggul, percepatan industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta tumbuhnya perusahaan rintisan berbasis inovasi. Karena itu, pemerintah menempatkan pengembangan talenta sebagai salah satu prioritas utama dalam kebijakan fiskal.
"Untuk mencapai target tersebut, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus didukung oleh pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta tumbuhnya wirausaha dan perusahaan rintisan berbasis inovasi," kata Purbaya.
Sebagai implementasi kebijakan tersebut, Kementerian Keuangan mempertajam arah penyaluran beasiswa LPDP mulai 2026. Sekitar 80% alokasi beasiswa akan difokuskan pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta sektor-sektor industri strategis seperti pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), semikonduktor, hilirisasi, maritim, dan manufaktur maju.
Purbaya menilai pembangunan industri nasional tidak cukup hanya bertumpu pada investasi fisik, tetapi juga harus dibangun di atas fondasi talenta yang kompetitif. Oleh sebab itu, penguatan pendidikan STEM akan dipadukan dengan ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi (SHARE) agar kemajuan teknologi mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Di sisi fiskal, pemerintah memastikan APBN tetap dijaga dalam kondisi sehat dan kredibel agar mampu menjalankan fungsi stabilisasi ekonomi sekaligus mendorong produktivitas, investasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang adaptif, sehingga APBN mampu melindungi masyarakat dari berbagai risiko global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," ujar Purbaya.
Menutup paparannya, Purbaya menegaskan keberhasilan mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah, kata dia, akan terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dunia usaha, dan masyarakat agar APBN benar-benar menjadi instrumen strategis dalam mencetak talenta unggul, memperkuat inovasi, serta mempercepat industrialisasi nasional.