Optro Perluas Basis di Singapura, Dorong Transformasi GRC Berbasis AI di Asia Pasifik
INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Optro (sebelumnya AuditBoard), perusahaan penyedia platform tata kelola, risiko, dan kepatuhan (GRC) berbasis kecerdasan buatan, resmi memperluas operasinya ke Singapura sebagai pusat regional terbaru.
Langkah ini menandai strategi besar perusahaan dalam memperkuat layanan bagi pelanggan global sekaligus memberikan dukungan lebih terlokalisasi bagi klien yang berkembang pesat di kawasan Asia Pasifik (APAC). Pengumuman tersebut disampaikan dalam ajang The Institute of Internal Auditors (IIA) International Conference 2026 di Singapura.
Ekspansi ini dilakukan di tengah meningkatnya kompleksitas risiko bisnis di kawasan APAC, yang dipicu oleh perkembangan kecerdasan artifisial (AI), ancaman keamanan siber, pengawasan regulasi yang semakin ketat, serta percepatan transformasi digital.
Berdasarkan laporan Internal Audit Foundation Risk in Focus 2026: APAC, sebanyak 39 persen organisasi menempatkan disrupsi digital termasuk AI sebagai salah satu risiko terbesar, sementara 58 persen lainnya menjadikan perubahan regulasi sebagai prioritas utama audit mereka.
Singapura yang dikenal sebagai pusat keuangan regional, hub inovasi digital, serta pionir pengembangan AI yang bertanggung jawab, dipilih sebagai lokasi strategis untuk mendukung fase berikutnya dari manajemen risiko perusahaan. Di tengah meningkatnya tekanan regulasi dan perluasan risiko digital, kebutuhan akan pendekatan terintegrasi dalam audit, risiko, kepatuhan, dan keamanan informasi semakin meningkat di seluruh APAC.
Kehadiran Optro di Singapura difokuskan untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan teknologi berbasis AI terbaru bagi para profesional audit, risiko, kepatuhan, dan keamanan informasi. Perusahaan juga memperkuat ekosistem kemitraannya dengan menggabungkan teknologi GRC miliknya bersama keahlian firma konsultan global untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan di kawasan.
“Tim risiko global saat ini diminta untuk melakukan lebih banyak hal daripada sebelumnya,” ujar Raul Villar Jr., Chief Executive Officer Optro.
“Dengan menghadirkan platform inovatif kami dan jaringan mitra yang luas ke jantung kawasan APAC, kami menyediakan alat berbasis agen serta keahlian di lapangan untuk membantu pelanggan menghadapi kompleksitas risiko dan kepatuhan yang terus meningkat sekaligus memberikan nilai strategis bagi organisasi mereka.” tambahnya.
Dukungan terhadap langkah Optro juga datang dari pelaku industri. Rolando Caraig, Head of Internal Audit Fuse Financing Inc. sekaligus mantan CAE di GCash, menyebut bahwa kehadiran Optro di Singapura akan memberikan dampak strategis bagi perusahaan di kawasan. Menurutnya, pendekatan “agentic GRC” menjadi titik balik penting dalam membantu organisasi beradaptasi dengan perubahan regulasi yang cepat.
Sementara itu, OCBC Bank menyambut positif kolaborasi ini. “Kami sangat antusias telah bermitra dengan Optro. Pemanfaatan platform seperti Optro membantu kami memfokuskan perhatian pada hal yang paling penting dan memastikan kualitas audit yang konsisten di seluruh organisasi,” ujar Harry Lim, Head Group Audit OCBC Bank.
Ia menambahkan bahwa kemitraan ini mendukung modernisasi fungsi audit internal dan penguatan tata kelola perusahaan.
Dari sisi konsultan global, Protiviti menilai ekspansi ini sebagai langkah penting dalam menjawab tantangan risiko di APAC. Gordon Tucker, Regional Managing Director APAC di Protiviti, menyebut bahwa kombinasi teknologi dan kehadiran lokal akan membantu perusahaan mengotomatisasi proses rutin dan meningkatkan fokus pada risiko strategis yang lebih kompleks.
Ekspansi ini juga didukung oleh langkah strategis Optro yang baru saja mengakuisisi Midship, solusi pengujian kontrol berbasis AI. Akuisisi tersebut memungkinkan sistem GRC berbasis agen pertama di industri, yang mampu mengotomatiskan hingga 87 persen proses manajemen kontrol dan memberikan lebih banyak waktu bagi auditor untuk fokus pada analisis risiko strategis.
Selain ekspansi dan akuisisi, Optro juga mencatat berbagai pengakuan industri bergengsi, termasuk masuk dalam The Forrester Wave™: Governance, Risk, And Compliance Platforms Q2 2026, Gartner® Magic Quadrant™ 2025, hingga daftar Fast Company’s World’s Most Innovative Companies 2026. Perusahaan juga tercatat dalam Deloitte Technology Fast 500™ selama tujuh tahun berturut-turut.
Dengan ekspansi ini, Optro menegaskan ambisinya untuk menjadi pemimpin global dalam transformasi manajemen risiko berbasis AI, sekaligus memperkuat posisi Asia Pasifik sebagai pusat pertumbuhan utama dalam ekosistem GRC modern.