Schneider Electric dan Foxconn Jalin Kolaborasi Strategis Kembangkan Data Center AI Generasi Baru

Oleh : Hariyanto | Jumat, 19 Juni 2026 - 15:20 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Schneider Electric, pemimpin global di bidang teknologi energi, mengumumkan kolaborasi strategis dengan Hon Hai Technology Group (Foxconn) untuk mempercepat pengembangan data center AI generasi berikutnya. Kemitraan ini menandai langkah penting di tengah lonjakan adopsi kecerdasan buatan yang mendorong kebutuhan infrastruktur digital semakin kompleks dan terintegrasi.

Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan akan menggabungkan keunggulan masing-masing. Foxconn membawa kapabilitas dalam platform komputasi canggih, integrasi rak AI, serta kekuatan manufaktur global, sementara Schneider Electric berkontribusi pada sistem tenaga listrik, teknologi pendinginan, dan manajemen energi yang menjadi fondasi utama operasional data center modern. Sinergi tersebut ditujukan untuk menghadirkan solusi terintegrasi yang dapat langsung diterapkan, sehingga pelanggan mampu membangun dan mengoperasikan infrastruktur AI dengan lebih cepat, efisien, dan terprediksi di berbagai wilayah.

Produksi dari inisiatif ini ditargetkan mulai berjalan pada akhir tahun ini, dengan fokus awal pada pengembangan arsitektur referensi generasi berikutnya untuk data center AI. Selain itu, kedua pihak juga akan mengeksplorasi inovasi seperti optimalisasi energi tertutup, sistem modular untuk kelistrikan dan pendinginan, serta kerangka desain terstandarisasi yang dapat direplikasi secara global untuk mendukung pertumbuhan ekosistem AI.

Chairman Hon Hai Technology Group (Foxconn), Young Liu, menegaskan pentingnya transformasi pendekatan industri dalam menghadapi perkembangan AI yang sangat cepat. Ia menyatakan, “Dengan laju perkembangan AI yang sangat cepat, industri membutuhkan model baru dalam merancang, membangun, dan menyediakan infrastruktur.”

Dari sisi Schneider Electric Indonesia, Business VP Data Center Ellya Cen menekankan bahwa peningkatan skala AI tidak bisa dilepaskan dari kesiapan sistem energi yang menopangnya. “Permintaan terhadap AI terus meningkat, dan seiring dengan berkembangnya skala komputasi, energi di baliknya menjadi faktor pendukung yang sangat fundamental.” ujarnya. 

Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi bagi “AI factory” generasi baru yang lebih efisien dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi kedua perusahaan dalam mendukung percepatan transformasi digital global di era kecerdasan buatan. Dengan menggabungkan keunggulan manufaktur dan kecerdasan energi, Schneider Electric dan Foxconn berupaya menciptakan standar baru dalam pembangunan infrastruktur AI yang siap diskalakan secara global.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →