Crunchyroll Perluas Jejak di Asia, Bidik Taiwan dan Korea Selatan sebagai Pasar Strategis Baru
INDUSTRY.co.id - Jakarta — Crunchyroll terus memperkuat posisinya sebagai rumah utama bagi penggemar anime dunia dengan mengumumkan ekspansi layanan ke Taiwan dan Korea Selatan. Pengumuman tersebut disampaikan Presiden Crunchyroll, Rahul Purini, dalam sesi diskusi di APOS Conference, menegaskan komitmen perusahaan untuk memperdalam penetrasi pasar Asia yang memiliki basis penggemar anime terbesar dan paling aktif.
Dalam paparannya, Purini menyoroti pertumbuhan pesat fandom anime di kawasan Asia Pasifik yang kini ditopang oleh konsumsi berbasis perangkat mobile, keterlibatan komunitas lintas generasi, serta ekosistem hiburan yang mencakup layanan streaming, media sosial, pemutaran film layar lebar hingga konvensi budaya pop.
“Asia merupakan prioritas utama bagi Crunchyroll karena kawasan ini menjadi rumah bagi komunitas anime paling antusias di dunia. Ambisi kami sederhana, yakni menjadi destinasi terbaik bagi penggemar anime di mana pun mereka berada,” ujar Purini.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Crunchyroll akan meluncurkan layanan yang dilokalisasi khusus untuk Taiwan pada musim panas 2026. Penggemar di wilayah itu nantinya dapat mengakses katalog anime global Crunchyroll, termasuk jajaran tayangan simulcast yang hadir bersamaan dengan penayangan di Jepang.
Sementara itu, Korea Selatan menjadi target ekspansi berikutnya yang dijadwalkan pada akhir tahun ini. Menurut Crunchyroll, pasar Korea Selatan menawarkan potensi besar berkat tingginya konsumsi hiburan digital serta kedekatan budaya masyarakatnya dengan anime dan budaya pop Jepang.
Langkah ini melanjutkan investasi Crunchyroll di Asia selama tiga tahun terakhir, terutama di India dan Thailand yang mencatat pertumbuhan signifikan.
India kini menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat bagi Crunchyroll secara global. Melalui strategi lokalisasi agresif, platform tersebut menghadirkan lebih dari 900 judul anime, termasuk lebih dari 180 versi sulih suara dalam bahasa Hindi, Tamil, dan Telugu. Hasilnya, lebih dari 65 persen penonton India kini mengonsumsi anime melalui konten dubbing lokal.
Data Crunchyroll menunjukkan total waktu menonton di India meningkat 3,5 kali lipat, sementara durasi menonton per pengguna naik dua kali lipat. Rata-rata penggemar anime di negara tersebut menghabiskan lebih dari satu jam per hari di platform.
Pertumbuhan serupa juga terjadi di Thailand. Sejak peluncuran layanan yang sepenuhnya dilokalisasi pada Februari 2026, lengkap dengan antarmuka berbahasa Thailand, subtitle, dan dubbing lokal, jumlah penonton meningkat hingga empat kali lipat.
Thailand bahkan menempati posisi keempat dunia dalam tingkat keterlibatan penggemar anime. Antusiasme tersebut terlihat dari tingginya konsumsi anime lintas platform, mulai dari streaming, penjualan merchandise, pemutaran film hingga gelaran festival budaya pop seperti Anime Festival Asia (AFA) Thailand.
Kesuksesan film Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle yang menjadi film Jepang terlaris dan film animasi nomor satu sepanjang masa di Thailand turut memperlihatkan kuatnya pasar anime di negara tersebut.
Selain memperluas jangkauan layanan, Crunchyroll juga bersiap mengumumkan musim anime terbarunya dengan sekitar 40 judul baru yang akan tayang secara simultan dari Jepang, memperkuat portofolio konten yang menjadi daya tarik utama bagi penggemar di seluruh Asia.