Duh, Tahun ini Pendapatan ENRG Turun 17 Persen

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 22 Desember 2016 - 16:48 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Pendapatan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), produsen minyak mentah milik grup Bakrie, diperkirakan turun 17% menjadi sekitar US$520 juta pada 2016 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar US$624 juta.

“Penurunan itu akibat penurunan harga minyak mentah dunia,” ujar Imam P Agustino, Direktur Utama ENRG di Jakarta, Rabu (21/12).
 
Penurunan tersebut sudah terlihat pada triwulan ketiga 2015. Pendapatan perseroan per September 2016 turun 16% menjadi US$391 juta dibanding per September 2015 sebesar US$456 juta. ENRG sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini memproduksi 33,5 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD) gas dan 8,8 MBOEPD minyak bumi.
 
Pendapatan ENRG dari gas per September 2016 tercatat US$296 juta. Kontribusi penjualan tersebut mencapai 76% dari penjualan konsolidasi ENRG sepanjang periode tersebut. Per September 2015, penjualan gas mencapai US$409 juta, atau hanya sekitar 66% dari penjualan konsolidasi ENRG saat itu.
 
Sementara itu, pendapatan ENRG dari minyak per September 2016 tercatat sebesar US$95 juta, atau hanya sekitar 24% dari penjualan konsolidasi ENRG. Sepanjang Januari-September 2015, pendapatan ENRG dari minyak tercatat sebesar US$215 juta, atau mencapai 34% dari penjualan konsolidasinya.
 
Selama sembilan bulan pertama 2016, ENRG mampu menekan beban pokok pendapatan sekitar 28% menjadi US$332 juta dari US$460 juta. Itu mengakibatkan laba kotor ENRG per September 2016 melonjak 106 kali lipat menjadi US$50 juta dibanding periode yang sama 2015 sebesar US$5 juta.
 
Imam mengemukakan, manajemen ENRG hingga kini masih ingin mengelola blok Offshore North West Jawa (ONWJ) menjelang penyerahan 100% hak pengelolaan migas di blok tersebut ke PT Pertamina (Persero) karena kontrak berakhir pada 2017.
 
“Kami masih tunggu putusan pemerintah karena kami masih berminat mengelola blok migas ONJW karena produksinya masih bagus. Blok minyak tersebut juga belum diserahkan ke Pertamina,” tukas Imam.
 
Perseroan hingga kini masih menunggu pernyataan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang tidak akan memperpanjang kontrak ENRG di ONWJ dan akan menyerahkan pengelolaan blok minyak tersebut ke Pertamina. (abr)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →