JTPE Perkuat Ekspansi Anorganik, Bentuk Joint Venture Rp21,45 Miliar untuk Garap Teknologi RFID

Oleh : Hariyanto | Selasa, 05 Mei 2026 - 10:16 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JTPE Perkuat Ekspansi Anorganik, Bentuk Joint Venture Rp21,45 Miliar untuk Garap Teknologi RFID

 

SURABAYA — PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) mempercepat strategi pertumbuhan anorganik di tengah upaya memperkuat bisnis inti percetakan sekuriti. Emiten penyedia solusi identitas, sistem pembayaran, perlindungan merek, dan percetakan komersial ini resmi membentuk perusahaan patungan baru sebagai bagian dari pengembangan ekosistem bisnis berbasis teknologi.

Langkah ekspansi tersebut diwujudkan melalui pembentukan PT Nustek Global Solutions bersama PT CSmart IoT Indonesia pada 27 April 2026. Dalam entitas anyar itu, JTPE menguasai 51% saham dengan nilai modal dasar mencapai Rp21,45 miliar.

Manajemen JTPE menilai pembentukan joint venture ini bukan sekadar diversifikasi usaha, melainkan strategi memperluas rantai nilai bisnis sekuriti yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan perseroan. Entitas baru itu akan fokus pada manufaktur penunjang sistem pembayaran, perangkat telekomunikasi nirkabel, dan sistem komunikasi lainnya.

Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei, mengatakan kolaborasi ini menjadi bagian dari peta jalan strategis perseroan dalam lima tahun ke depan.

“Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi JTPE dalam membangun ekosistem bisnis yang terintegrasi. Kami percaya joint venture ini akan memperkuat posisi Perseroan sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru,” ujar Allan. 

Ekspansi ini juga menandai langkah JTPE masuk lebih dalam ke pengembangan teknologi RFID (radio-frequency identification), sebuah teknologi yang kini semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan perlindungan produk dan sistem keamanan identitas. Mitra strategis yang berbasis di Hong Kong disebut akan memperkuat transfer teknologi dan kapabilitas inovasi perseroan.

Strategi ini dinilai krusial mengingat permintaan solusi sekuriti terus bergerak ke arah digitalisasi dan integrasi teknologi. Dengan masuk ke lini RFID, JTPE berupaya memperluas portofolio dari sekadar percetakan sekuriti menjadi penyedia solusi keamanan yang lebih komprehensif.

Secara fundamental, ruang ekspansi itu ditopang oleh kinerja operasional yang masih solid. Pada kuartal I-2026, JTPE membukukan pendapatan sebesar Rp265,05 miliar. Segmen sekuriti tetap menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp227,97 miliar, atau sekitar 86% dari total pendapatan perseroan.

Dominasi segmen sekuriti tersebut menunjukkan bisnis inti JTPE masih menjadi mesin utama pertumbuhan. Namun, melalui strategi joint venture, perseroan mulai membangun mesin pertumbuhan baru untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan pasar.

Manajemen optimistis permintaan produk sekuriti akan tetap tumbuh, terutama seiring meningkatnya kebutuhan proteksi identitas, sistem pembayaran, dan autentikasi produk. Karena itu, JTPE akan terus memperluas kapabilitas bisnis inti agar dapat memberikan layanan end-to-end kepada pelanggan sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →