Menperin Agus Gandeng China Siapkan SDM Industri Kompeten Kelas Dunia

Oleh : Ridwan | Selasa, 28 April 2026 - 16:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.idJakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri guna menghadapi ketatnya persaingan global. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah memperluas kerja sama internasional di bidang pendidikan vokasi.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, penguatan SDM menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan sektor manufaktur nasional yang berkelanjutan.

“Pendidikan vokasi menjadi fondasi utama agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, baik di dalam negeri maupun pasar global,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4).

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menjalin kerja sama dengan Liuzhou Polytechnic University, Tiongkok.

Kerja sama ini mencakup pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi, riset, hingga pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan di Universitas Gadjah Mada pada Senin (27/4).

Liuzhou Polytechnic University dikenal sebagai perguruan tinggi yang fokus pada sektor industri otomotif, mesin, serta teknologi informasi, bidang yang sangat relevan dengan kebutuhan industri Indonesia saat ini.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mengungkapkan, dalam lima tahun terakhir investasi Tiongkok di Indonesia terus meningkat, terutama di sektor strategis seperti hilirisasi mineral, manufaktur, tekstil, hingga teknologi.

Menurutnya, lonjakan investasi tersebut harus diimbangi dengan kesiapan SDM yang kompeten.

“Dunia pendidikan harus mampu menciptakan link and match yang nyata dengan industri. Kolaborasi Indonesia–Tiongkok perlu terus diperluas,” kata Doddy.

Ia juga menyoroti peran China-Indonesia TVET Industry-Education Alliance (CITIEA) sebagai wadah strategis dalam memperkuat sinergi antara pendidikan dan industri kedua negara.

Wakil Presiden Liuzhou Polytechnic University, Qiu Fuming, menyebut kerja sama ini akan membuka banyak peluang, mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen, pemberian beasiswa, hingga penelitian bersama.

“Integrasi industri dan pendidikan menjadi kunci untuk mencetak talenta unggul yang siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Saat ini, Kemenperin mengelola pendidikan vokasi melalui 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 SMK yang berada di bawah BPSDMI.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri, Kemenperin juga membuka pendaftaran siswa dan mahasiswa baru melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama 2026 yang dapat diakses hingga Mei 2026.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI), Wulan Aprilianti Permatasari, menilai kerja sama internasional ini menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan investor global, khususnya dari Tiongkok.

“Sinergi antara dunia pendidikan dan industri akan semakin kuat, sehingga mampu mendorong kemajuan industri nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global,” ujarnya.

Dengan penguatan SDM berbasis vokasi dan kolaborasi internasional, pemerintah optimis Indonesia mampu mencetak tenaga kerja industri yang siap bersaing di pasar global.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →