Jasuindo (JTPE) Siapkan Rp 200 Miliar untuk Buyback, Bidik Peningkatan EPS

Oleh : Hariyanto | Selasa, 28 April 2026 - 14:39 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Surabaya - PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE), emiten spesialis solusi percetakan sekuriti dan digital, mempertegas langkah ekspansifnya di pasar modal dengan mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk optimisme manajemen terhadap fundamental perusahaan yang kian kokoh di tengah dinamika ekonomi global yang dinamis.

Emiten yang berbasis di Surabaya ini mengalokasikan dana segar mencapai Rp 200 miliar untuk menyerap kembali saham-sahamnya dari publik.

Aksi korporasi ini tidak hanya mencerminkan komitmen perseroan dalam meningkatkan nilai bagi para pemegang saham, tetapi juga menjadi sinyal kuat kepada pelaku pasar mengenai prospek pertumbuhan bisnis jangka panjang yang tetap solid dan berkelanjutan.

Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei, mengungkapkan bahwa rencana ini merupakan kelanjutan dari capaian gemilang perseroan pada tahun buku sebelumnya.

"Aksi korporasi buyback saham ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat keyakinan pasar terhadap nilai intrinsik Perseroan, sejalan dengan capaian kinerja yang solid sepanjang tahun lalu," ujar Allan dalam pernyataan resminya hari ini.

Berdasarkan data operasional tahun 2025, JTPE memang mencatatkan performa yang cukup impresif. Pendapatan perseroan melesat hingga 31 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp 2,78 triliun. Lonjakan pendapatan tersebut turut mengerek laba bersih hingga tumbuh 48 persen menjadi Rp 375,06 miliar.

Pertumbuhan laba yang melampaui pertumbuhan pendapatan ini mengindikasikan adanya efisiensi operasional dan strategi penetrasi pasar yang tepat sasaran di sektor identitas, pembayaran, serta perlindungan merek.

Secara teknis, JTPE berencana membeli kembali sebanyak-banyaknya 339,71 juta lembar saham atau setara dengan maksimal 5 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Perseroan menetapkan batas harga pembelian tertinggi pada level Rp 850 per lembar saham. Untuk memuluskan aksi ini, manajemen telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai perantara pedagang efek di pasar reguler.

"Manajemen meyakini bahwa keseimbangan antara dinamika pasar dan kekuatan fundamental Perseroan merupakan kunci utama dalam mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan," tambah Allan Wibisono Oei.

Manajemen juga memberikan kepastian bahwa pendanaan untuk aksi korporasi ini bersumber sepenuhnya dari kas internal. Langkah ini telah diperhitungkan secara matang sehingga dipastikan tidak akan mengganggu likuiditas maupun operasional rutin perusahaan.

Sebaliknya, dengan berkurangnya jumlah saham yang beredar di pasar, perseroan memproyeksikan adanya dampak positif langsung pada peningkatan Laba Per Saham atau Earnings Per Share (EPS) di masa mendatang.

Rencana ambisius ini akan terlebih dahulu dibawa ke meja Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 29 Mei 2026 untuk mendapatkan restu pemegang saham.

Jika disetujui, JTPE akan segera memulai periode pelaksanaan buyback selama 12 bulan, terhitung sejak 1 Juni 2026 hingga 29 Mei 2027.

Meskipun melakukan buyback, perseroan berkomitmen menjaga porsi kepemilikan publik atau free float tetap berada di atas batas minimal 15 persen, memastikan likuiditas saham di bursa tetap terjaga dengan baik.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →