Investor Optimis Prospek Cerah, PURI Gelar Right Issue Rp1.000 per Saham

Oleh : Candra Mata | Kamis, 13 November 2025 - 16:01 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id  - Jakarta, Setelah resmi keluar dari status suspend level 2, saham PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) langsung menarik perhatian investor. Dalam enam hari berturut-turut pasca pembukaan kembali perdagangan, saham PURI terus menembus batas auto rejection atas (ARA), menandakan tingginya minat pasar terhadap emiten properti dan infrastruktur yang berbasis di Batam ini.

Kembalinya sentimen positif terhadap PURI tak lepas dari rencana aksi korporasi yang tengah disiapkan manajemen. Informasi mengenai penguatan struktur permodalan, ekspansi proyek bernilai ratusan miliar rupiah, serta penjajakan peluang pengembangan kawasan strategis di Batam mendorong banyak investor untuk meningkatkan eksposur terhadap saham ini.

Tak hanya di pasar reguler, aktivitas transaksi di pasar negosiasi (nego) juga mengalami lonjakan signifikan. Likuiditas di pasar reguler yang cepat terserap akibat pembelian agresif membuat sebagian investor memilih masuk melalui pasar nego. Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar mulai meyakini potensi rerating harga saham PURI.

Menurut Pengamat Analisis Ekonomi Purwito Sudjatmiko, SE, MSi, analis senior pasar modal, tren ARA beruntun pada saham PURI mencerminkan pergeseran persepsi investor terhadap fundamental perusahaan.

“Kenaikan ARA selama enam hari berturut-turut bukan sekadar euforia. Ini adalah sinyal kuat bahwa pasar mulai melakukan revaluasi terhadap prospek pertumbuhan PURI. Pipeline proyeknya besar, target kinerjanya agresif, dan momentumnya tepat karena Batam sedang menjadi pusat pengembangan strategis nasional," ujarnya.

Purwito juga menilai bahwa saham PURI masih berpotensi melanjutkan kenaikan harga seiring meningkatnya minat investor. Ia membandingkan fenomena ini dengan beberapa saham lain yang tengah atau akan melakukan Right Issue.

“Saham PURI masih akan melanjutkan kenaikan harga berdasarkan minat investor saat ini. Berdasarkan pengamatan Right Issue yang beredar sekarang di Bursa sangat menarik, seperti Right Issue INET yang direncanakan dengan harga pelaksanaan Rp250/lembar tetapi harga saham di pasar sudah berada di Rp450/lembar," terangnya.

"Contoh lainnya seperti yang terjadi pada saham BUVA yang melakukan Right Issue dengan harga pelaksanaan Rp150/lembar tetapi harga saham di pasar sudah berada di Rp950/lembar," sambungnya.

Lebih lanjut, Purwito menilai bahwa rencana aksi korporasi yang sedang disiapkan manajemen PURI bisa menjadi katalis besar berikutnya, khususnya bila berkaitan dengan penguatan modal dan ekspansi proyek.

“Pasar menilai bahwa PURI sedang bersiap memasuki fase transformasi bisnis. Jika eksekusi proyek berjalan sesuai rencana, valuasi PURI berpeluang naik signifikan dalam jangka menengah, analis pasar serta investor percaya bahwa saham yang akan melakukan Right Issue seperti Saham INET, BUVA, WIFI, PURI secara historis akan mengalami kenaikan signifikan," jelasnya.

Ia pun menambahkan, "Hal tersebut tercermin dalam histori transaksi yang terjadi baik di pasar reguler maupun pasar nego, terlebih dalam pasar nego dalam beberapa hari terakhir di saham PURI terdapat transaksi nego dalam jumlah besar hingga harga tertinggi transaksi yang dilakukan itu berada di level Rp1.800/lembar."

Didorong Proyek Rp880 Miliar dan Momentum Ekspansi Batam

Sebelumnya, manajemen PURI telah mengumumkan tiga proyek strategis dengan total nilai Rp880 miliar yang meliputi:

• Monde City Phase II, senilai Rp280 miliar,

• Monde Raffle Business District, senilai Rp100 miliar,

• Tembesi Landed Residential, senilai Rp500 miliar.

Proyek-proyek tersebut diharapkan dapat memperkuat arus kas perusahaan sekaligus mendongkrak pendapatan secara signifikan. Pada 2025, perseroan menargetkan peningkatan pendapatan hingga 837,52%, dari Rp15,12 miliar menjadi Rp141,78 miliar.

Selain itu, PURI juga tengah menjajaki peluang ekspansi sejalan dengan arah pembangunan Kota Batam, termasuk kemungkinan keterlibatan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah perusahaan untuk memperluas portofolio bisnisnya.

Optimisme Pasar dan Prospek ke Depan

Pelaku pasar menilai momentum ini sebagai titik balik penting bagi perjalanan PURI di bursa. Lonjakan transaksi di pasar nego, kenaikan harga beruntun, serta optimisme terhadap proyek-proyek baru memperkuat posisi PURI sebagai salah satu saham yang kembali dilirik oleh investor ritel maupun institusi.

“Investor saat ini melihat PURI sebagai emiten yang sedang memasuki fase agresif pertumbuhan. Dengan kombinasi ekspansi proyek, momentum ekonomi Batam, dan potensi PSN, saham PURI bisa menjadi salah satu kuda hitam sektor properti ke depan,” tutup Purwito.