Indonesia Resmi Jadi Partner INNOPROM 2026, Dunia Akui Kekuatan Industri RI
INDUSTRY co.id - Jakarta – Indonesia akan menjadi Negara Mitra (Partner Country) dalam pameran industri internasional INNOPROM 2026 di Rusia. Ajang bergengsi ini akan menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai pusat manufaktur dan inovasi global.
INNOPROM dikenal sebagai pameran industri berkelas dunia yang mempertemukan pelaku usaha, investor, dan pengambil kebijakan dari berbagai negara. Acara ini menjadi wadah bagi negara peserta untuk memamerkan teknologi tinggi, solusi industri, serta peluang kolaborasi lintas sektor.
Sektor yang diangkat dalam INNOPROM mencakup industri komponen dan pembuatan mesin, teknologi digital manufaktur, metalurgi dan material, otomatisasi industri, hingga layanan untuk industri.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Sekjen Kemenperin) Eko S.A.Cahyanto menyebutkan bahwa keikutsertaan Indonesia sebagai negara mitra merupakan langkah penting dalam memperluas kerja sama industri dan investasi dengan Rusia dan kawasan Eurasia.
“Sebagai Negara Mitra pada tahun 2026, Indonesia bertujuan memanfaatkan platform ini untuk mempromosikan kerja sama industri dan investasi bersama, memperkuat hubungan bisnis ke bisnis dan pemerintah ke bisnis, serta menampilkan kemampuan teknologi dan kreatif Indonesia,” ujarnya di Jakarta (21/10).
Indonesia saat ini tengah berada dalam perjalanan menuju negara industri sepenuhnya. Pemerintah menempatkan sektor industri sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif, dengan menekankan kebijakan hilirisasi sumber daya alam.
Transformasi industri ini sudah membuahkan hasil nyata, terutama di sektor pengolahan mineral dan logam. Hilirisasi nikel, tembaga, dan bauksit telah melipatgandakan nilai ekspor nasional, menciptakan lapangan kerja baru, serta menarik investasi bernilai besar ke Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Rusia menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024, perdagangan bilateral kedua negara mencapai sekitar USD 3,98 miliar, dengan investasi Rusia di Indonesia mencapai USD 262,8 juta.
Adapun, potensi kerja sama masih sangat besar, terutama di bidang: Teknologi transisi energi dan energi baru terbarukan, Industri petrokimia dan pupuk, Mesin dan peralatan transportasi, serta Sumber daya manusia dan transfer teknologi.
Partisipasi Indonesia di INNOPROM 2026 akan menjadi gerbang strategis menuju pasar Rusia dan negara-negara CIS (Commonwealth of Independent States). Melalui pameran ini, Indonesia berkesempatan menampilkan kapabilitas industri manufaktur, teknologi digital, dan produk bernilai tambah tinggi kepada dunia internasional.
“INNOPROM bukan hanya pameran, tapi juga platform strategis untuk menjalin kemitraan industri dan menegaskan peran Indonesia sebagai pemain penting di rantai pasok global,” tambah Eko.
Sebagai catatan, pada INNOPROM 2024, Uni Emirat Arab (UEA) berhasil mencatat 12 perjanjian kerja sama dengan mitra Rusia di sektor energi, agroindustri, dan teknologi, serta menarik lebih dari 46.000 pengunjung dari 700 exhibitor asal 50 negara.
“Indonesia optimistis dapat menorehkan hasil serupa, bahkan lebih besar, dengan mengusung potensi industri yang terus berkembang,” tuturnya.
Dengan menjadi Partner Country INNOPROM 2026, Indonesia menegaskan tekadnya untuk menjadi pusat manufaktur, teknologi, dan inovasi global, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi strategis dengan Rusia dan mitra internasional lainnya.