Sandiaga Uno dan Arief Yahya Dukung Tanjung Lesung Jadi Nusa Dua-nya Banten!

Oleh : Ridwan | Rabu, 08 Oktober 2025 - 15:20 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY co.idPandeglang  - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung kembali ramai diperbincangkan akhir pekan ini. Bukan karena pesona pantainya semata, tapi karena dua mantan Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Sandiaga Uno dan Arief Yahya, kompak hadir di lokasi untuk berbagi gagasan tentang masa depan pariwisata dan pemberdayaan UMKM Banten.

Datang selama dua hari, Sandiaga Uno terlihat menikmati suasana pantai Tanjung Lesung dengan gaya khasnya lari pagi menyusuri pantai Lalassa, melepasliarkan penyu, hingga bermain golf di Tanjung Lesung Golf Course.

“Rasanya healing banget di sini. Refreshing tapi nggak bikin kantong kering,” ujar Sandi, tersenyum.

Namun, kedatangan Sandi tak semata untuk berlibur. Bersama Arief Yahya, ia menjadi pembicara dalam acara UMKM Banten Leadership Gathering yang dihadiri sekitar 100 pelaku UMKM. Tema utamanya: bagaimana UMKM bisa naik kelas dan ikut tumbuh bersama pariwisata Tanjung Lesung.

Dari Liburan Jadi Inspirasi: Sandi Ajak UMKM Siap Naik Kelas

Dalam sesi talkshow, Sandi menekankan pentingnya menjaga kualitas dan konsistensi produk termasuk kemasan yang menarik agar produk lokal punya daya saing. Setelah itu, pelaku UMKM juga perlu peka terhadap pasar sebelum mencari akses permodalan.

“Kalau konektivitas sudah beres, seperti tol Serang–Panimbang yang ditargetkan rampung 2026, maka akses pasar UMKM akan terbuka luas,” jelas Sandi.

Ia juga menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan dari pemerintah daerah agar UMKM tak sekadar bertahan, tapi benar-benar berkembang.

“Dalam UMKM itu, cash is king, tapi packaging is queen. Kalau dua-duanya kuat, mereka bisa membangun kingdomusahanya sendiri,” ujarnya disambut tawa peserta.

Menariknya, Sandi juga memperkenalkan konsep pariwisata masa depan berbasis 3S baru — Spiritual, Sustainability, Serenity.

“Wisata sekarang bukan cuma sun, sea, sand. Orang datang untuk mencari pengalaman batin, keseimbangan, dan ketenangan. Nah, Tanjung Lesung sudah punya itu semua,” katanya.

Akses Tol Jadi Kunci, Arief Yahya: "Kalau Tol Selesai, Tanjung Lesung Meledak"

Dalam kesempatan yang sama, mantan Menpar 2014–2019 Arief Yahya menilai kunci percepatan wisata Tanjung Lesung adalah aksesibilitas.

“Wisatawan kalau harus menempuh jarak tiga jam biasanya enggan datang. Begitu tol Serang–Panimbang selesai di 2026, Tanjung Lesung bakal meledak,” tegasnya.

Arief juga menekankan pentingnya komitmen kepala daerah dalam mendukung pengembangan pariwisata dan UMKM. “Kalau pemimpinnya nggak komitmen, ibarat kita mendorong mobil mogok,” katanya.

Sebagai putra daerah — ayah Arief berasal dari Pandeglang — ia merasa punya tanggung jawab moral membantu kemajuan pariwisata dan UMKM Banten.

"Orchestrator" Pariwisata Banten

Kehadiran dua menteri ini disebut tak lepas dari peran Poernomo Siswoprasetijo, Direktur Utama Tanjung Lesung, yang dijuluki Arief sebagai “orchestrator pariwisata Banten. “Dua menteri bisa hadir di sini karena di-orchestrator-i oleh Pak Poernomo,” ungkap Arief.

Poernomo, yang juga menjadi moderator dalam acara tersebut, mengaku siap menjadi motor penggerak kolaborasi lintas sektor untuk mengembangkan Tanjung Lesung.

“Tanjung Lesung tidak bisa dikembangkan oleh satu pihak saja. Kami ingin membangun kerja kolektif agar UMKM dan masyarakat Pandeglang bisa tumbuh sejahtera,” ujarnya.

Ia pun berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pelaku UMKM bisa menjadi awal baru kebangkitan pariwisata Banten.

"Kami siap bekerja sama dengan semua pihak. Harapan kami satu: Tanjung Lesung dan UMKm Pandeglang bisa maju bersama," tutupnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →