PLN Targetkan Aliri Listrik ke 1.200 Desa di Perbatasan Timor Leste
INDUSTRY co.id -Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan, 1.200 desa di seluruh Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat teraliri listrik di akhir tahun 2018.
Jika target tersebut berhasil, artinya persoalan 40% desa yang belum mendapatkan aliran listrik di seluruh Indonesia akan selesai.
Dalam kunjunganya ke Kupang Desember tahun lalu, Presiden Joko Widodo menginginkan seluruh desa di NTT mendapatkan aliran listrik pada tahun 2018 mendatang.Â
Jika sebelumnya proyek listrik dari kota ke desa perbatasan, maka kali ini justru sebaliknya. Proyek listrik akan dilakukan dari desa perbatasan menuju ke kota. PLN melakukan konsep ini di NTT. Salah satu desa yang menjadi target di NTT adalah di Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara
Kecamatan tersebut memiliki empat desa. Adapun desa terdekat dengan Timor Leste adalah Desa Naekake. Jarak desa ini ke wilayah Timor Leste hanya 10 kilometer (km).
Saat ini, desa Naekeke sudah mulai mendapatkan aliran listrik nonstop 24 jam sejak Februari 2016 lalu. Sebelumnya pada Agustus 2015 listrik hanya bisa menyala 12 jam.
Direktur Human Capital Management PLN Muhammad Ali menyatakan, sejak Februari 2016 desa yang berada di pegunungan karang ini telah menikmati aliran listrik yang disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Naekake dengan total kapasitas 414 kilowatt (KW).
Untuk bahan bakar, setiap bulan PLTD Naekake membutuhkan sembilan ton solar dengan beban biaya operasional pembangkit mencapai Rp 150 juta. Saat ini, sebanyak 472 pelanggan telah menikmati aliran listrik yang disuplai oleh PLN.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 85% penduduk di Naekake merupakan pelanggan subsidi 450 VA dengan harga Rp 415 perkWh. Sementara, biaya pokok produksi di Naekake mencapai Rp 8.000 per Kwh.
"Biaya pokok produksi itu memang tinggi. Tapi kami menyadari, listrik yang baik akan membantu warga dapat membangun dan meningkatkan taraf hidup mereka. Dengan listrik yang andal, anak-anak bisa belajar serta perekonomian mulai menggeliat, untuk itulah penyediaan listrik untuk warga yang utama" ungkap Ali kepada wartawan, Rabu (16/8/2017).
Sejumlah kendala juga kerap dihadapi dalam penyediaan listrik di Naekake, terutama masalah transportasi yang harus melintasi sungai. Jika air sungai meluap, bahan bakar tidak bisa masuk ke PLTD. PLN sudah mengantisipasi, dengan menyimpan tambahan bahan bakar untuk tiga bulan ke depan.
Selain Desa Naekake di Kecamatan Mutis, PLN tengah membangun infrastruktur kelistrikan di dua desa, yakni Noelilo dan Tasinifu.
"Progres di lapangan telah menunjukkan, perkembangan yang menggembirakan, kami yakin di awal Desember 2017, semua desa di Kecamatan Mutis bisa menyala" kata Ali.