Jababeka (KIJA) Sukses Bukukan Pendapatan Rp2,7 Triliun di Semester I 2025
INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Jababeka Tbk (KIJA) berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp2,7 triliun di semeester 1-2025 atau tumbuh 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp2,38 triliun.
Muljadi Suganda, Corporate Secretary Jababeka dalam keterangannya menyampaikan bahwa pertumbuhan ini ditopang kuat oleh Pilar Land Development & Property, yang menyumbang Rp1,44 triliun, meningkat 2% secara tahunan.
Dimana kontributor utama datang dari penjualan tanah kavling senilai Rp1,33 triliun, naik 17% dibandingkan semester pertama 2024.
"Kawasan Kendal menjadi motor utama penjualan, menunjukkan daya tariknya sebagai pusat industri yang tengah berkembang pesat," kata Muljadi dalam keterangannya dikutip Selasa (5/8/2025).
Sementara itu, pendapatan dari properti bangunan seperti rumah, apartemen, kantor, hingga pabrik tercatat Rp78,1 miliar.
Pilar bisnis KIJA berikutnya yaitu Infrastruktur juga menunjukkan kinerja gemilang.
"Pendapatannya melonjak 34% menjadi Rp1,22 triliun, dibandingkan Rp908,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu," kata Muljadi.
Dimana segmen ketenagalistrikan mencatat lonjakan pendapatan dari Rp584,9 miliar menjadi Rp849,1 miliar.
Hal ini didorong oleh peningkatan konsumsi listrik oleh perusahaan tenant Jababeka di kawasan Industri Kendal dan kawasan industri Jababeka di Cikarang.
Kemudian pendapatan dari layanan air, air limbah, dan pengelolaan kawasan juga terkerek naik 21% agau menjadi Rp250,2 miliar.
"Bisnis dry port (CDP) pun mengalami peningkatan dari Rp117,1 miliar menjadi Rp121,3 miliar, seiring dengan tumbuhnya permintaan atas layanan pendukung logistik," kata Muljadi.
Tak hanya itu, kontribusi pendapatan berulang dari pilar infrastruktur juga terus meningkat, mencapai 45% dari total pendapatan, naik dari 38% pada periode yang sama tahun lalu.
"Kenaikan ini mencerminkan akselerasi pertumbuhan segmen energi dan utilitas yang melampaui segmen properti dan lahan," ujarnya.
Di sisi lain, pendapatan dari pilar Leisure & Hospitality masih stabil di angka Rp63,2 miliar, dengan segmen golf menyumbang 64% dari total pendapatan di lini ini.
Secara keseluruhan, laba kotor KIJA naik 10% menjadi Rp1,11 triliun dibandingkan Rp1,01 triliun pada semester pertama 2024.
Namun, margin laba kotor sedikit tergerus dari 43% menjadi 41%, dipengaruhi oleh tingginya kontribusi dari segmen infrastruktur yang memiliki margin lebih rendah dibandingkan Land Development.
Perusahaan juga mencatatkan lonjakan laba bersih yang signifikan, dari Rp269,8 miliar menjadi Rp627,6 miliar.
Kenaikan ini tak lepas dari pertumbuhan pendapatan yang kuat serta penurunan biaya penjualan dan umum-administrasi sebesar 11% secara tahunan.
"EBITDA juga ikut terdongkrak menjadi Rp995,3 miliar, naik 16% dari Rp856,3 miliar pada semester pertama tahun sebelumnya, menandakan efisiensi pengelolaan biaya yang efektif," tutup Muljadi.