Tujuh Program 100 Hari Direksi Telkom Perkuat Ekosistem Digital Berdaya Saing Global
INDUSTRY.co.id-Jakarta-PT Telkom Indonesia Tbk mengadakan silaturahim dengan para Media. Pertemuan berlangsung sambil ramah-tamah dan meminta masukan yang membangun.
Pertemuan Jumat 20 Juni 2025, di sebuah Restoran Bale Nusa, Pakubuwo.
Pada pertemuan tersebut, Vice President Corporate Communication PT Telkom, Andri Herawan Sasoko menjelaskan kembali 7 program kerja 100 hari direksi Telkom.
"Program tersebut bertujuan untuk memperkuat kinerja dan posisi Telkom sebagai penggerak ekosistem digital yang berdaya saing global," kata Andri saat membuka percakapan dengan awak media di acara Silaturrahmi Telkom dan Media bertema "Business Update" kata dia.
Menurut Andri, Fokus pertama adalah penguatan bisnis Telkomsel, baik layanan tetap (fixed) maupun bergerak (mobile). Katanya, pemisahan IndiHome dalam rangka implementasi Fixed Mobile Convergence (FMC) merupakan bagian dari strategi utama perusahaan “Five Bold Moves” yang strategis bagi Telkom.
"Sekarang kontribusinya indihome ke Telkom mencapai 80 persen. Dan agar Telkomsel tetap menjadi pilihan utama masyarakat, performanya harus ditingkatkan," papar Andri.
Andri melanjutkan, Telkom juga menaruh perhatian besar pada peningkatan pengalaman pelanggan atau customer experience. Dengan berbagai layanan digital yang dimiliki oleh Telkom Group, perusahaan menargetkan pengalaman pelanggan yang optimal."Bukan berarti layanan kita saat ini kurang bagus. Program itu justru memacu komitmen Telkom untuk memberikan pelayanan yang terbaik (Service excellence)," katanya.
Sebelumnya, Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, Board of Director mencanangkan tujuh fokus prioritas dalam program 100 hari TelkomGroup di era kepemimpinannya.
Ketujuh fokus prioritas tersebut meliputi; Pertama, penguatan bisnis Telkomsel, baik layanan tetap (fixed) maupun bergerak (mobile).
Kedua, penguatan bisnis non-Telkomsel serta penyelarasan portofolio dan produk. Ketiga, peningkatan customer experience seluruh layanan.
Kemudian yang keempat adalah, akselerasi manajemen TOTEX untuk peningkatan efisiensi dan profitabilitas. Kelima, penyusunan tata kelola bisnis yang kuat dengan peningkatan kapabilitas digital.
Keenam, reformasi budaya perusahaan yang berorientasi pada service excellence. Adapun yang ketujuh adalah penyusunan blueprint menuju strategic holding serta strategi komunikasi yang efektif.