Harum Manis Pertumbuhan Industri Perisa dan Aromatik Indonesia
INDUSTRY.co.id - Industri perisa dan aromatik (flavor and fragrance) telah menjadi salah satu sektor yang menjanjikan di pasar global. Dengan pertumbuhan yang pesat, pasarini diproyeksikan mencapai angka miliaran dolar dalam beberapa tahun mendatang. Indonesia, dengan kekayaan sumber daya alamnya, juga memiliki peranstrategis dalam industri ini, baik di pasar lokal maupun global
Menurut laporan Fortune Business Insights, pasar perisa makanan global memiliki ukuran sekitar USD 15,73 miliar pada 2023 dan diproyeksikan tumbuh menjadi USD 26,28 miliar pada 2032, dengan CAGR sebesar 6,01% selama periode tersebut.
Industri ini didukung oleh permintaan yang terus meningkat dari sektor makanan dan minuman, terutama untuk produk-produk organik dan berlabel bersih.Salah satu tren utama dalam pasar ini adalah meningkatnya permintaan terhadap rasa herbal dan bunga. Rasa seperti lemon-lavender dan blackberry-rose, misalnya, telah menunjukkan peningkatan hingga 132% antara 2015-2018 (Fortune Business Insights).
Hal ini mencerminkan pergeseran preferensi konsumen terhadap produk dengan rasa alami yang memberikan pengalaman unik.Pertumbuhan Industri Perisa dan Aromatik di IndonesiaIndonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan potensi besar dalam industri perisa dan aromatik. Data dari Statista Market Insights menunjukkan bahwa pasar parfum di Indonesia pada 2024 diperkirakan mencapai USD 440,9 juta atau sekitar Rp 6,9 triliun.
Dari angka ini, 70% berasal dari segmen non-luxury yang ramah di kantong konsumen.Generasi Z dan milenial menjadi pendorong utama pasar ini. Berdasarkan riset Insight Factory by SOCO (Agustus 2024), parfum menjadi kategori produk kecantikan yang paling banyak dicari sepanjang 2023.
Selain itu, permintaan terhadap produk dengan aroma unik dan khas Indonesia, seperti nilam dan rempah-rempah, terus meningkat.Jeremy Akoum, Managing Director APAC PT TechnicoFlor Indonesia, dalam acara The Timeless Journey 2024 menyatakan bahwa kolaborasi antara pelaku lokal dan global menjadi kunci untuk memanfaatkan potensi ini.
“Dengan kekayaan bahan baku lokal, Indonesia memiliki peluang besar untuk menciptakan produk perisa dan aromatik yang bisa bersaing di pasar internasional,” kata Akoum.
Pertumbuhan pesat industri perisa dan aromatik di Indonesia sendiri didorong oleh sejumlah faktor. Antara lain, Indonesia memiliki kekayaan bahan baku seperti nilam, cendana, dan rempah-rempah lainnya yang menjadi dasar dari banyak produk aroma dan perisa.
Bahan-bahan ini tidak hanya digunakan untuk pasar lokal tetapi juga diekspor ke berbagai negara.Selanjutnya, pertumbuhan industri perisa dan aromatik Indonesia melaju berkat dukungan investasi dan teknologi dari perusahaan internasional seperti PT Mane Indonesia dan TechnicoFlor yang telah berinvestasi dalam teknologi canggih untuk menghasilkan produk dengan kualitas tinggi.
PT Mane Indonesia, misalnya, memiliki tiga pabrik utama di Cikarang, Cibitung, dan Cikampek yang memproduksi berbagai jenis perisa dan aromatik.Selain itu, tinggnya permintaan dari generasi muda di Indonesia, khususnya generasi Z dan milenial, memiliki preferensi terhadap produk yang menawarkan pengalaman unik.
Ditambah lagi, pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia juga menjadi pendorong utama laju industri perisa dan aromatik di Indonesia. Menurut data GAPMMI, pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia pada 2024 diperkirakan mencapai 5-10%. Produk-produk ini banyak menggunakan rasa alami untuk meningkatkan kualitas dan daya tariknya.
Pemain Utama Industri Perisa dan Aromatik di Indonesia
Adapun sejumlah pemain utama dalam industri perisa dan aromatik di Indonesia meliputi:
1.PT Mane Indonesia yang memiliki Memiliki tiga pabrik utama yang menghasilkan berbagai jenis perisa dan aromatik.
2.TechnicoFlor Indonesia yang berkolaborasi dengan PT Mulia Aroma Indonesia untuk memanfaatkan bahan baku lokal.
3.Givaudan SA salah satu pemain global pun turut aktif di pasar Indonesia, terutama dalam produk wewangian.
4.Symrise AG dan Firmenichyang konsisten berfokus pada inovasi dan pengembangan produk berbasis bahan alami.
Potensi Pertumbuhan Industri Perisa dan Aromatik di Indonesia
Dengan permintaan yang terus meningkat, ada beberapa peluang yang masih bisa digarap oleh industri perisa dan aromatik di Indonesia. Pertama, potensi ekspansi ke pasar global. Indonesia dapat memanfaatkan bahan baku lokal untuk menciptakan produk unik yang sesuai dengan standar internasional.
Misalnya, mempromosikan minyak nilam dan cendana sebagai bahan baku utama dalam produk wewangian premium. Kedua, melakukan pengembangan produk berbasis teknologi dengan mengadopsi teknologi seperti AI dan data analytics untuk menciptakan rasa dan aroma yang sesuai dengan preferensi konsumen.
Ketiga, berkolaborasi dengan UMKM dalam mengembangkan produk berbasis rasa dan aroma dapat menciptakan pasar baru, baik lokal maupun internasional. Keempat, memperhatikan aspek sustainability.
Dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk ramah lingkungan, industri ini dapat fokus pada pengembangan produk yang berbasis bahan alami dan proses produksi yang berkelanjutan.
Ke depan, industri perisa dan aromatik di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang, baik di pasar lokal maupun global. Dengan dukungan bahan baku lokal, teknologi canggih, dan preferensi konsumen yang terus berkembang, Indonesia berada pada posisi strategis untuk menjadi pemain utama di industri ini.
Kolaborasi antara pelaku lokal dan global, serta fokus pada keberlanjutan, akan menjadi kunci untuk memanfaatkan peluang ini. Sehingga, industri perisa dan wewangian di Indonesia tidak hanya menjadi peluang bisnis tetapi juga jembatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan bahan lokal Indonesia kepada dunia.