Potensi Pariwisata Syariah Aceh Perlu Lebih Dioptimalkan

Oleh : Chodijah Febriyani | Jumat, 04 Agustus 2017 - 13:06 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Potensi pariwisata Syariah di Aceh perlu untuk lebih dioptimalkan terutama mengingat pertumbuhan sektor wisata halal secara global diperkirakan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

"Sangat disayangkan Aceh yang memiliki keindahan dan kekayaan alam yang luar biasa belum mampu menunjukan eksistensi pariwisata syariahnya," kata Anggota Komisi X DPR Arzetty Bilbina dalam rilis, Jumat (4/8/2017)

Menurut dia, bila dilihat dari potensi dan fasilitas serta destinasi pariwisata yang ada, Aceh dinilai memang memiliki potensi wisata syariah yang cukup memadai dibandingkan dengan daerah lainnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu termasuk bagian dari Tim Komisi X DPR RI yang melakukan kunjungan kerja ke Aceh, beberapa waktu lalu.

Ia juga berpendapat bahwa sejumlah negara seperti Malaysia hingga Jepang sudah lebih dahulu dalam menerapkan konsep pariwisata berbasis syariah. "Padahal wisata syariah atau wisata religi merupakan ciri khas yang jarang daerah lain miliki," kata Arzetty.

Arzetty juga mengemukakan bahwa dalam pengembangan pariwisata syariah, industri kreatif dapat memberikan ide terkait pelaksanaan perencanaan, publikasi, program, dan destinasi wisata yang ada sehingga menambah nilai jual pariwisata syariah.

Sebagaimana diwartakan, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengharapkan dukungan Komisi X DPR RI untuk mengembangkan pariwisata di ibu kota Provinsi Aceh.

"Kami mengharapkan dukungan Komisi X DPR RI yang mitra kerjanya Kementerian Pariwisata untuk mendukung pengembangan kepariwisataan di Banda Aceh," kata Aminullah Usman di Banda Aceh, Selasa (1/8).

Wali Kota mengatakan, sektor pariwisata merupakan andalan perekonomian masyarakat Kota Banda Aceh. Namun, tanpa dukungan pemerintah pusat, sektor pariwisata tersebut sulit berkembang.

Sementara itu, Komite Operator Penerbangan (AOC) Aceh meminta pemerintah daerah agar segera membenahi sistem transportasi ke berbagai tempat objek wisata di provinsi ini.

"Bukan baru kali ini aja, kita minta pemerintah kabupaten/kota di Aceh. Sudah sejak lama setelah peristiwa tsunami," ucap Ketua AOC Aceh, Beny Siahaan di Banda Aceh, Senin (31/7).

Hingga kini, menurutnya, sejumlah daerah seperti di Banda Aceh belum mimiliki sistim transportasi yang memadai.

Sebelumnya, Presiden Indonesian Maritime Pilots Association (Inampa) Parsoroan Herman Harinanja mendukung pengembangan wisata halal di Provinsi Aceh, wilayah ujung barat Indonesia.

"Kami mendukung pengembangan wisatawa halal di Sabang dan Aceh demi peningkatan ekonomi masyarakat dan paket wisatawan halal harus terus dikampanyekan secara berkesinambungan," kata Presiden Inampa di Pelabuhan CT-3 BPKS Sabang, Kamis (27/7)

Chodijah Febriyani Lihat semua artikel →