Bangun Pariwisata Berkelanjutan, Menpar Luncurkan ISTA 2017
INDUSTRY.co.id, Jakarta - Perhelatan untuk mengangkat pariwisata, Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2017 yang dilaunching di Balairung Soesilo soedarman, Kementerian Pariwisata, Rabu (2/8/2017) ini merupakan sebagai bentuk penghargaan bagi industri pariwisata Indonesia.
MenurutJatna Supriatna, Kepala Research Center for Climate Change Universitas Indonesia, Chair SDSN Indonesia, dan Co-Chair of SDSN Southeast Asia Universitas Indonesia, mengatakan, "Tim juri khusus ISTA ada tujuh, empat dari akademi, dua dari Kementerian, dan satu dari asosiai," ujarnya, Jakart, Rabu (2/8/2017). Ia mengatakan, ada empat kategori untuk memenangkan lomba yakni, tata kelola drstinasi, apakah destinasi tersebut bermanfaat bagi komunitas, apakah destinasi tersebut dapat melestarikan budaya, serta apakah destinasi itu bertanggung jawab terhadap lingkungan. Penyelenggaran ISTA 2017 yang baru pertama kali ini sekaligus dalam rangka mensosialisasikan Peraturan Menteri Pariwisata No. 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Tentang, bagaimana Pedoman ini mengadopsi dari standar internasional GSTC yang dijadikan sebagai acuan bagi pemerintah, pemerintah daerah dalam pembangunan destinasi pariwisata berkelanjutan. "Ini adalah award yang sangat transparan dan disertai oleh akademisi melalui proses yang sangat panjang dan didorong sebagai pariwista Indoensia," pungkasnya. Pendaftaran peserta ISTA 2017 dimulai bulan Mei sampai 30 Juni 2017. Hingga penutupan pendaftaran telah terdaftar sebanyak 96 pengelola destinasi dari 43 kabupaten dan 23 provinsi di Indonesia, sebagai peserta. kemudian para juri akan melakukan kunjungan lapangan (site visit) ke destinasi-destinasi nominator. "Untuk pemberianpenghargaan ISTA 2017 dan akan dilaksanakan pada bulan September 2017 di Jakarta, dalam rangkaian kegiatan Hari Pariwisata se-Dunia (World Tourism Day) diperingati sebagai Hari Pariwisata Nasional," pungkasnya.