Forum Industri Himbau Pemerintah untuk Turunkan Harga Gas Bumi

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 01 Agustus 2017 - 12:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Para pelaku usaha yang bergabung di dalam forum industri pengguna gas bumi meminta agar pemerintah membuat kebijakan harga gas bumi yang lebih efisien. Pasalnya, kendati paket kebijakan ekonomi yang mengatur harga gas industri telah dirilis pemerintah, tetapi harga gas industri hingga kini masih tetap mahal.

“Harga beli gas bumi untuk industri dianggap masih belum ada kepastian, bahkan harga gas bumi saat ini masih mencapai sekitar US$14 per MMFSD,” ujar Achmad Safiun, Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi, di Jakarta, Selasa (01/08/2017).

Achmad mengemukakan, pihaknya akan melaporkan hal ini kepada Ombudsman karena Peraturan Presiden dan Peraturan Menteri saling bertentangan dalam hal harga. Menurut peraturan presiden, harga gas di hilir ditetapkan sebesar US$6 per MMFSD , tetapi menurut Peraturan Menteri, justru harga gas hulu yang diatur pemerintah.

“Gas merupakan salah satu infrastruktur untuk mendukung kesinambungan industri, jadi jika harga gas tidak berdaya saing bagi industri, maka kinerja industri akan menurun. Ini akan mempengaruhi kontribusi sektor industri bagi penurunan PDB,” tukas Achmad.

Achmad mengungkapkan, pemerintah sebaiknya membuat kebijakan yang pro industri jika ingin daya saing ekonomi secara global meningkat, ditengah situasi yang kurang menguntungkan bagi para pelaku industri.

“Jika industri Indonesia diharapkan dapat bersaing dengan industri gobal, maka harus ada penetapan harga gas bumi satu harga, sama seperti penerapan BBM yang satu harga,” imbuh Achmad. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →