Tingkatkan Pembelian Produk Lokal, Menparekraf Sandiaga Uno Luncurkan Gernas BBI dan BBWI 2024

Oleh : Ridwan | Rabu, 28 Februari 2024 - 21:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meluncurkan gerakan nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) tahun 2024 guna tingkatkan permintaan dan pembelian produk dalam negeri.

Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan, pada 14 Mei 2020, Presiden Joko Widodo telah meluncurkan Gernas BBI guna meningkatkan permintaan dan pembelian produk dalam negeri oleh masyarakat dan pemerintah.

“Gernas BBWI ini targetnya 1,25 miliar-1,5 miliar pergerakan wisatawan nusantara, dan ada data yang menarik ternyata wisnus itu high spender dengan pengeluaran mencapai 3,8 juta dalam satu kali perjalanan, ini sangat mendukung ekosistem parekraf kita,” ujarnya saat Kick Off Gernas BBI/BBWI di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Senin (26/2/2024) 

Berdasarkan data, dalam kurun waktu kurang lebih 3,5 tahun (14 Mei 2020-September 2023), terdapat penambahan jumlah UMKM yang onboarding digital mencapai 14,9 juta unit dari sebelumnya 8 juta unit. Dan hingga saat ini, total UMKM yang onboarding digital telah mencapai 22,9 juta unit atau terjadi peningkatan sebesar 186 persen.

“Pemerintah menargetkan peningkatan pertumbuhan ekonomi berkisar 1,67-1,71 persen dari aksi afirmasi belanja produk dalam negeri dengan nilai belanja minimal Rp400 triliun. Pada 2023, sebanyak 95 persen dari anggaran belanja pemerintah pusat dan daerah untuk produk dalam negeri. Peningkatan kunjungan wisatawan ke destinasi lokal menjadi 1,2 miliar - 1,4 miliar perjalanan,” ujarnya.

Aksi afirmasi BBI menjadi kesempatan bagi koperasi dan UMKM untuk mengambil peluang pengembangan usaha, sehingga mereka didorong untuk benar-benar memanfaatkan program tersebut dengan sebaik mungkin.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →