Masuki Usia ke-46, Pupuk Kaltim Terus Cetak Pencapaian Positif Sepanjang Tahun 2023

Oleh : Herry Barus | Kamis, 30 November 2023 - 09:53 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta– Menyambut usianya yang ke-46, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus menggenjot pembangunan serta penerapan bisnis berkelanjutan guna menjadi top leader industri petrokimia di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik.

Sepanjang tahun 2023 ini, sebagai salah satu perusahaan pupuk dan petrokimia produsen pupuk urea terbesar di Indonesia, Pupuk Kaltim telah melakukan berbagai inisiatif bisnis melalui penerapan prinsip good corporate governance (GCG) dan Environment, Social and Governance (ESG).

Berkat berbagai upaya tersebut, Pupuk Kaltim berhasil mencetak pencapaian positif dan mendapatkan berbagai pengakuan dan raihan prestasi baik di level nasional maupun global.

Sejak didirikan pada tahun 1977, Pupuk Kaltim telah berhasil melakukan berbagai pengembangan pabrik hingga saat ini memiliki 13 Pabrik yang diantaranya 5 pabrik Amoniak berkapasitas 2,74 juta ton/tahun, 5 pabrik Urea berkapasitas 3,43 juta ton/tahun dan 3 pabrik NPK berkapasitas 300 ribu ton/tahun.

Pupuk Kaltim juga aka memulai proses pembangunan pabrik soda ash dengan kapasitas 300.000 MTPY di lahan seluas 16 hektar di kota Bontang, Kalimantan Timur. Masih di kota Bontang, pada akhir tahun ini Pupuk Kaltim bersama anak perusahaannya yaitu PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN) juga akan meresmikan pembangunan pabrik Amonium Nitrat berkapasitas 75.000 MTPY di Kawasan Industri PT Kaltim Industrial Estate (KIE).

Tidak hanya itu, demi menjawab kebutuhan pupuk dan memperkuat ketahanan pangan nasional ke depannya, Pupuk Kaltim juga tengah memulai pembangunan Kawasan Industri Terpadu di Fak-fak, Papua Barat.

Kawasan PSN ini nantinya ditargetkan tidak hanya memenuhi stok dalam negeri dan ekspor namun juga membangun pertanian modern di wilayah Timur yaitu di Papua.

Teguh Ismartono, Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim kemarin  menyatakan, "Setelah berhasil mencatat capaian laba tertinggi sepanjang sejarah berdirinya perusahaan pada tahun lalu, tahun ini kami berkomitmen untuk tidak hanya berorientasi pada profit semata tetapi turut mempertimbangkan faktor keberlanjutan ekologis dan juga humanis dengan memperhatikan secara seksama di setiap langkah yang kami ambil. Dengan begitu, kami optimis dapat memberikan kontribusi positif mulai dari kesejahteraan masyarakat hingga perekonomian Indonesia. ”

Selain dari sisi fasilitas produksi dan ketahanan pangan, Pupuk Kaltim secara konsisten juga terus menjalankan berbagai inovasi program yang berkelanjutan bagi lingkungan hidup baik dalam operasi produksi perusahaan maupun dalam pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat.

Sejak tahun 2020, Pupuk Kaltim juga telah memiliki berbagai rancangan inisiatif untuk mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emission di 2060. Pupuk Kaltim menargetkan untuk menurunkan emisi karbon hingga 32 persen di tahun 2030 lewat dua etape.

Pada etape pertama Pupuk Kaltim berfokus pada konsep sirkuler ekonomi dan offset karbon melalui beberapa inisiatif seperti penanaman 10 juta pohon hingga tahun 2030 melalui kegiatan community forest, penggunaan sepeda dan motor listrik untuk operasional perusahaan, hinggapenggunaan PLTS Atap di area operasional perusahaan. Selanjutnya pada etape kedua, Pupuk Kaltim berfokus pada low carbon sourcing dan carbon capture storage yang dikemas dalam pengembangan teknologi dan inovasi untuk eksplorasi sumber energi terbarukan, salah satunya clean ammonia.

Pada sektor pemberdayaan masyarakat, Pupuk Kaltim juga terus berupaya mengembangkan inovasi dalam membangun kemandirian para petani Tanah Air lewat peningkatan produktivitas pertanian. Salah satunya, melalui inovasi program MAKMUR (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat) yang digagas sejak tahun 2020, Pupuk Kaltim terus berfokus menciptakan ekosistem pertumbuhan bagi para petani dan memberikan pendampingan secara berkelanjutan dengan menggunakan pupuk non subsidi.

Hingga September lalu, Pupuk Kaltim telah berhasil merealisasikan pengembangan lahan seluas 48.585 hektar dengan melibatkan 17.682 petani dalam program ini. Melalui pendampingan yang intensif, petani binaan Pupuk Kaltim berhasil mencatat peningkatan produktivitas hasil panen padi dan jagung mereka sebesar 35 persen, yang pada gilirannya turut meningkatkan kesejahteraan mereka melalui kenaikan keuntungan hasil panen yang mencapai rata-rata 52 persen.

Keberhasilan ini mencerminkan komitmen Pupuk Kaltim dalam memberikan dampak positif secara berkelanjutan bagi masyarakat petani dan memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Berkat upaya Pupuk Kaltim dalam melahirkan berbagai inisiatif ESG dan GCG, Pupuk Kaltim telah berhasil mendapatkan berbagai penghargaan mulai dari predikat Platinum pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) dan Citra Emas pada Public Disclosure Program for Environmental Compliance (PROPER) dari KLHK dimana Pupuk Kaltim berhasil meraih penghargaan PROPERNAS untuk keenam kalinya di tahun 2022 dan PROPERDA untuk kedelapan kalinya di tahun 2023.

Selain itu Pupuk Kaltim juga berhasil kategori Platinum pada SNI Award, empat kategori Platinum di TJSL & CSR Award, hingga juara kedua pada kategori Non Go Publik Non Keuangan pada Annual Report Award (ARA) 2023.

Lebih dari itu, saat ini, Pupuk Kaltim juga meraih peringkat pertama dunia sektor agrokimia di penilaian ESG Risk Rating Sustainalytics dengan skor ESG terkini sebesar 21,3. “Alhamdulillah  kami merasa sangat terhormat atas berbagai penghargaan yang kami dapatkan pada tahun ini. Tentunya hal ini menjadi kebanggan tersendiri bagi kami dan terus memotivasi kami untuk terus konsisten menggagas inovasi dan implementasi ESG dan GCG demi keberlanjutan bisnis serta tanggung jawab kita pada generasi yang mendatang,” tutup Teguh.