Riset Dell Technologies Ungkap Perusahaan Asia Pasifik dan Jepang Khawatir Khawatir Tak Relevan Lagi Berdasarkan Inovasi

Oleh : Nina Karlita | Selasa, 14 November 2023 - 22:37 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dell Technologies Innovation Index mengungkapkan bahwa 60% perusahaan Asia Pasifik dan Jepang (APJ) (Global: 57%) khawatir organisasi mereka akan tidak relevan lagi dalam 3-5 tahun ke depan, berdasarkan kualitas inovasi dan budaya perusahaan mereka. 

Studi global terbaru dari Dell yang mewawancarai 6.600 karyawan di lebih dari 45 negara menjelaskan mengapa inovasi sangat penting bagi bisnis dan bagaimana organisasi seharusnya memanfaatkan sumber daya manusia, proses, dan teknologi untuk bisa berinovasi secara efektif. 

Di APJ, riset ini melibatkan 1.700 responden dari Australia, Selandia Baru, India, Jepang, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan Thailand.

Survei yang dilakukan Dell mengelompokkan organisasi ke dalam standar tingkat kesiapan inovasi mulai dari Innovation Leaders hingga Innovation Laggards. Berdasarkan hasil analisa, hanya 17% organisasi di APJ yang masuk dalam kategori Innovation Leaders dan Adopters. 

Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki strategi inovasi end-to-end dan siap menghadapi tantangan resesi global, masalah rantai pasokan, dampak lingkungan, dan sebagainya, dan terus tumbuh dan berkembang.

Di APJ, perusahaan-perusahaan yang masuk dalam kategori Innovation Leaders dan Adopters memiliki kemampuan 2,1 kali lipat (Global: 2,2 kali lipat) lebih besar untuk mempercepat inovasi mereka dalam kondisi resesi dibandingkan mereka yang ada di kategori Innovation Followers dan Laggards (yang kemungkinan besar justru memperlambat inovasi mereka). 

Ketahanan inovasi menjadi salah satu alasan mengapa perusahaan Innovation Leaders dan Adopters tersebut memiliki peluang 2,1 kali lipat (Global: 1,9 kali lipat) lebih besar untuk mengalami pertumbuhan pendapatan yang tinggi dibandingkan Innovation Laggards dan Followers. 

Mereka juga 1,2 kali lipat (Global: 1,1 kali lipat) lebih besar akan melakukan otomatisasi untuk memungkinkan tim mereka berinovasi

Seperti yang terlihat pada kurva tingkat kesiapan inovasi di atas, sebagian besar organisasi tidak memiliki strategi inovasi yang jelas (Innovation Laggards dan Followers) atau mengalami kesulitan untuk memajukan perusahaan (Innovation Evaluators). 

Studi Indeks Inovasi ini adalah gambaran singkat pada suatu periode waktu tertentu. Organisasi dapat meningkatkan kinerja mereka dengan mempersiapkan sumber daya manusia, proses, dan teknologi untuk berinovasi.

Menurut Peter Marrs, President, Asia Pasifik dan Jepang, Dell Technologies, untuk mengikuti perubahan lanskap global yang sangat cepat, perusahaan-perusahaan di APJ harus memprioritaskan inovasi sekaligus mengelola aktivitas operasional bisnis harian. 

"Mereka sering kali berpikir bahwa ide inovasi harus selalu besar, dan menunggu momen disruptif berikutnya. Akan tetapi, ide kecil dan praktis bisa membuat efek riak yang mengarah pada produktivitas, profitabilitas dan tujuan yang lebih besar,” ujar Peter Marrs.
 
“Para pemimpin perusahaan bisa melakukannya dengan menyelaraskan proyek-proyek inovasi dengan tujuan perusahaan mereka dan menumbuhkan budaya ingin tahu,” tambahnya.

 

 

Nina Karlita

Redaksi

Nina Karlita adalah seorang jurnalis, penulis, dan aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan di Indonesia bergabung di Majalah Industry sejak tahun 2014. - Jurnalis Ekonomi dan Bisnis: tercatat sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis aktif di media nasional Industry.co.id. - Tulisan-tulisannya banyak mengulas seputar perkembangan ekonomi, literasi, korporasi - Pernah menjadi Ketua Komunitas FoWarLife: Nina Karlita mengemban amanah sebagai Ketua FoWarLife (Forum Wartawan Lifestyle). Melalui organisasi ini, ia sering menginisiasi program pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatannya yang menonjol adalah program Cooking Class for Business yang menggandeng perusahaan finansial teknologi untuk melatih puluhan wanita agar cakap dalam merintis usaha kuliner skala mikro.

Lihat semua artikel →