Kibar Kimia Farma di Pasar Farmasi Indonesia

Oleh : Abi | Kamis, 28 September 2023 - 06:09 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.idLima dekade melayani kesehatan masyarakat Indonesia menjadikan PT Kimia Farma Tbk (persero) sebagai perusahaan farmasi pelat merah yang sangat disegani. 

Keandalan kualitas produksi, kekuatan jaringan distribusi dan ekspansi pasar hingga mancanegara telah menjadi pondasi eksistensi perusahaan yang kini dipimpin oleh David Utama tersebut.

Tidak banyak perusahaan yang eksis dari era kolonial hingga saat ini. PT Kimia Farma Tbk (Persero) (kode IDX : KAEF) adalah salah satu entitas bisnis yang langka dan mampu bertahan melintas zaman tersebut.  

Kimia Farma sendiri cikal bakalnya dimulai sejak tahun 1817 saat masih dikuasai Pemerintah Hindia Belanda dengan nama NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. Berlanjut setelah Kemerdekaan Indonesia, nama tersebut kemudian diubah menjadi PNF (Perusahaan Negara Farmasi) Bhinneka Kimia Farma. 

Status PNF kembali diubah menjadi PT atau Perseroan Terbatas  pada tanggal 16 Agustus 1971, tanggal ini yang belakangan menjadi hari lahir resmi Kimia Farma sehingga kini usianya genap berusia 52 tahun.

Seiring pertumbuhan usia, perusahaan yang kini menjadi bagian dari holding BUMN Farmasi Bio Farma itu kian lebar mengepakkan sayap bisnisnya. 

Total Kimia Farma kini memiliki 10 fasilitas produksi, 49 distributor, 1.195 apotek, 401 klinik kesehatan dan 64 laboratorium klinik yang ditenagai  oleh 11.707 orang karyawannya.  

Kekuatan lini bisnisnya ini memperkuat posisi Kimia Farma sebagai perusahaan healthcare dari hulu ke hilir (end-to-end).  Produk-produk Kimia Farma yang mencakup sediaan farmasi serta bahan baku obat juga telah memasuki pasar di negara Kamboja, Afganistan, Venezuela, dan Maroko.

Bahkan, jangan lupa, di tahun 2020 hingga kini, Kimia Farma telah menjadi ujung tombak distribusi vaksin dan belakangan produksi obat-obatan COVID-19 seperti Favipiravir. 

Salah satunya berkat kerja keras Kimia Farma dan segenap elemen bangsa akhirnya bangsa ini mampu melewati pandemic COVID-19.

Di tahun 2022, Kimia Farma mencatatkan peningkatan kinerja yang baik, yang tercermin dari peningkatan aset sebesar 14,60% menjadi Rp20,35 triliun dengan kas sebesar Rp2,15 triliun. Ekuitas meningkat 29,14% menjadi Rp9,34 triliun. 

Direktur Utama Kimia Farma (KAEF) David Utama mengatakan, melihat prospek industri farmasi dan layanan kesehatan pada tahun 2023 masih mengalami pertumbuhan. Mengingat kesehatan merupakan salah satu faktor utama yang menjadi perhatian seluruh pihak.

Di awal tahun 2023, lanjut dia, KAEF telah melakukan beberapa strategi untuk meningkatkan kinerja antara lain aktivitas marketing yang masif dan penetrasi pasar. 

Tidak hanya itu, lanjut David, KAEF terus melakukan pembenahan di sektor layanan kesehatan dan ritel farmasi untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan kesehatan kepada masyarakat, salah satunya dengan adanya aliansi strategis dengan mitra strategis yang memiliki jaringan global, yaitu Parkway Pantai Group, yang memiliki kompetensi di Klinik dan Laboratorium Klinik.

David menyebut, untuk mempermudah memperoleh akses produk dan layanan kesehatan, KAEF juga telah memiliki suatu aplikasi yaitu Kimia Farma Mobile (KF Mobile) yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat yang di dalamnya terdapat layanan penjualan produk secara online. 

“KAEF optimistis pada tahun 2023 kinerja dapat tetap tumbuh dan memberikan kontribusi laba positif serta Cash Flow Operation yang tetap terjaga positif hingga akhir tahun 2023. KAEF terus berkomitmen mendukung Pemerintah dalam peningkatan kesehatan masyarakat,” tukas David.