Menteri ESDM Pastikan Harga Gas Industri Tidak Naik

Oleh : Ridwan | Kamis, 14 September 2023 - 11:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga gas industri non harga gas bumi tertentu (HGBT) tidak akan menalami kenaikan.

Hal tersebut disampaikan Menteri ESDM, Arifin Tasrif di Kompleks DPR/MPR Jakarta, Rabu (13/9/2023).

Dirinya menegaskan bahwa harga harga gas di hulu saja tidak mengalami kenaikan. Oleh karena itu, harga gas seharusnya tidak naik.

"Tidak boleh naik, enggak disetujui, tidak halal itu. Hulunya saja nggak naik, kemudian malah transmisinya harusnya bisa dikurangin, kenapa harus dinaikin," kata Arifin Tasrif.

Sebelumnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengakui ada dinamika mengenai rencana penyesuaian harga gas industri non-HGBT. Namun, PGN memastikan saat ini belum menyesuaikan harga gas untuk industri non-HGBT tersebut.

Dalam pelaksanaan penyaluran gas bumi, PGN memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan keselarasan dengan kebijakan pemerintah dikarenakan penentuan harga gas hilir harus mengacu kepada peraturan Menteri ESDM, SKK Migas, dan BPH Migas.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, menjelaskan komersialisasi gas PGN dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni sumber pasokan gas, harga pasokan, dan kontribusi volume masing-masing pasokan gas serta biaya midstream dan downstream infrastruktur gas bumi dalam menyalurkan produksi gas kepada pelanggan.

“Dalam komersialisasi harga gas, PGN mempertimbangkan penerapan peraturan perundang-undangan atau ketetapan pemerintah terkait dengan harga produksi gas yang diterbitkan oleh pemerintah. Terkait hal tersebut, untuk saat ini, kami belum melaksanakan penyesuaian harga gas," kata Rachmat melalui keterangan tertulis, Kamis (7/9).

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →