Tawarkan Insentif Tinggi, Jababeka Group Tertarik Berinvestasi di Zona Ekonomi Dong Nam Vietnam

Oleh : Ridwan | Senin, 17 Juli 2017 - 10:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Jababeka Group mengunjungi empat propinsi di Vietnam, yaitu Danang, Quang Nam, Thua Thien-Hue, dan Quang Tri pada 10-13 Juli 2017.

Pertemuan dengan pemerintah propinsi ini untuk membahas kemungkinan investasi di daerah perkotaan, kawasan industri, dan layanan modern di daerah ini.

Budianto Liman, Presiden Direktur Jababeka Group, menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Zona Ekonomi Dong Nam yang menawarkan insentif tinggi. Jababeka Group sendiri merupakan pelopor pengembangan kawasan industri di Indonesia.

Saat ini, masih banyak proyek di Zona Ekonomi Dong Nam sedang menunggu kepastian hasil proyek Pelabuhan My Thuy Internasional, yang masih menunggu persetujuan pemerintah. Sekitar 10 proyek telah terdaftar di Dong Nam Economic Zone dengan total investasi sebesar VND62.3 triliun ($ 2,83 miliar), dengan fokus pada layanan pelabuhan, geothermal, energi, dan infrastruktur.

Di Thua Thien-Hue, Jababeka Group seperti dilansir The President Post Indonesia tertarik untuk berinvestasi di dalam proyek kota kawasan industri di Zona Ekonomi Chan May-Lang Co.

Saat ini, insentif yang ditawarkan di kawasan industri di Vietnam dianggap yang paling tinggi. Insentif tersebut termasuk pembebasan Pajak Pendapatan Perusahaan untuk empat tahun pertama setelah menghasilkan pendapatan kena pajak, pengurangan Pajak Pendapatan Perusahaan sebesar 50 persen selama sembilan tahun ke depan, dan pengurangan 10 persen Pajak Pendapatan Perusahaan untuk 15 tahun pertama.

Sebagai pengembang kota kawasan industri pertama di Indonesia, Jababeka Group merupakan pengembang kawasan industri terkemuka di Asia Tenggara. Proyek-proyek mereka yang terkenal antara lain adalah Kawasan Industri Jababeka di Cikarang, Kawasan Industri Kendal di Jawa Tengah, dan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Lesung.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →