Untuk Tahun Buku 2001, Widodo Makmur Unggas Bagi Dividen Rp20 miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 16 Juni 2022 - 16:51 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemegang saham PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU), emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bisnisnya bergerak di segmen makanan olahan yang berasal dari unggas, pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu (15/06/2022) menyetujui pembagian dividen untuk tahun buku 2021 bernilai total Rp20 miliar (Rp1,62 per saham).

 

“Total dividen yang dibagikan ini mencapai sekitar 10% dari total laba bersih yang diperoleh perseroan pada 2021 sebesar Rp209,48 miliar,” ujar Presiden Direktur WMUU, Ali Mas’adi, pada acara paparan publik di Jakarta, Rabu (15/06/2022).

 

Ali mengemukakan, perseroan pada 2021 mengalami lonjakan laba bersih sebesar 185% menjadi Rp209,48 miliar dibandingkan pada tahun 2020 sebesar Rp73,45 miliar. Lonjakan laba bersih itu didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang sangat signifikan, yakni sebesar 169% menjadi Rp3,09 triliun pada 2021 dibanding pada 2020 sebesar Rp1,15 triliun.

 

Ali mengungkapkan, manajemen perseroan pada tahun ini akan terus berupaya meningkatkan volume produksi agar dapat mempertahankan pertumbuhan volume penjualan. Untuk itu, manajemen pada 2022 ini melakukan berbagai pengembangan di berbagai segmen bisnis perseroan.

 

“Untuk itu, kami pada 2022 ini menargetkan belanja barang modal (capital expenditures/capex) antara Rp800 miliar hingga Rp1 triliun. Per Maret 2022, kami telah merealisasikan sekitar 25% dari target capex tersebut,” jelas Ali.

 

Ali menuturkan, disamping melakukan pengembangan dan perluasan di berbagai lini produksi, manajemen WMUU juga akan melakukan efisiensi energi di berbagai lini produksi pabrik. Untuk itu, manajemen akan melakukan efisiensi energi, yaitu pemasangan rangkaian solar cell (sel-sel matahari penghasil listrik). Ini adalah salah satu langkah penggunaan renewable energy untuk menghasilkan listrik yang dibutuhkan guna mengaktifkan mesin-mesin pabrik komoditi olahan tersebut.

 

Ali mengemukakan, jika pengembangan dan perluasan di berbagai lini produksi WMUU itu dapat terlaksana dengan lancar, maka pendapatan perseroan pada 2022 ini ditargetkan tumbuh sekitar 11% menjadi Rp3,4 triliun dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada 2021 sebesar Rp3,09 triliun.

 

“Jika target pendapatan 2022 tersebut tercapai, maka bottom line WMUU pada 2022 diperkirakan mencapai Rp236 miliar, atau lebih tinggi 12.66% dibandingkan denga realisasi 2021 sebesar Rp209,48 miliar,” imbuh Ali.***

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →