Gulirkan Program 5G, Pertamina EP Siap Wujudkan Bisnis Berkelanjutan

Oleh : Ridwan | Selasa, 14 Juni 2022 - 14:45 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Indramayu - Pertamina tak hanya berurusan dengan produksi minyak semata, namun juga peduli dengan persoalan lingkungan, kesehatan, bahkan aspek ekonomi berkelanjutan. 

Inilah yang mendasari PT Pertamina EP (PEP) Jatibarang Field saat memilih menjalankankan program corporate social responsibility (CSR) dengan tema 5G: Go Green, Go Clean, Go Healthy, Go Tourism, Go Sustainable.
 
Program 5G ini mulai dilaksanakan PEP Jatibarang Field di Desa Tanjungpura, Kecamatan Karangampel, Indramayu pada 9 Juni 2022 berupa penanaman 300 bibit lengkeng dan petai. 

Selain mendukung program penghijauan, Program 5G selaras dengan rencana kerja Pemerintah Kabupaten Indramayu yang menunjuk Desa Tanjungpura sebagai Desa Wisata.
 
Untuk mensukseskan program 5G, PEP turut menggandeng Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Indramayu serta Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Indramayu. Keduanya dilibatkan untuk bersama-sama mendukung Desa Tanjungpura menjadi Desa Agrowisata. Sekali kayuh, beberapa tujuan tercapai. 

Penanaman 300 bibit tanaman buah juga akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat Desa Tanjungpura. Hasil panen dan bibit perbanyakan tanaman potensial untuk dijual.
 
Proses pengembangbiakan dan perawatan tanamannya pun dapat dikembangkan sebagai wahana wisata edukasi pertanian bagi pengunjung. 

“Kami berharap ke depannya agrowisata ini akan berkembang sehingga dapat membantu UMKM Desa Tanjungpura dalam memasarkan produk unggulannya di Desa Wisata ini,” ujar Kuwu Desa Tanjungpura, Didi Rohadi di Indramayu (14/6).
 
Head of Communication, Relations & CID  PEP Zona 7, Wazirul Luthfi mengungkapkan bahwa program 5G implementasi dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, khususnya wilayah Kabupaten Indramayu. 

“Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak positif baik dalam lingkup lingkungan maupun lingkup ekonomi  berkelanjutan khususnya bagi masyarakat Desa Tanjungpura,” kata Wazirul.
 
Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Indramayu pun turut memberikan dukungan. Agrowisata memiliki peluang untuk dikembangkan, terutama di era digital saat ini, di mana promosi destinasi wisata dapat digencarkan melalui sosial media. Pengembangan agrowisata ini juga berdampak positif terhadap persoalan ketahanan pangan.

“Tidak hanya produk segar saja yang dapat dijual, namun produk olahan dari hasil panen juga dapat dijual dan dikonsumsi. Olahan pangannya pun bisa menjadi produk inovasi ciri khas Desa Tanjungpura”, ungkap perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Indramayu.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →