Mendagri Berharap Pilkada 2018 Tidak Ada Pampanye SARA

Oleh : Ridwan | Sabtu, 17 Juni 2017 - 06:09 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berharap tidak ada kampanye menyinggung suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dalam Pilkada 2018.

"Dampak Pilkada DKI pasti merembet di beberapa daerah besar. Jangan ada kampanye SARA dan kebencian seperti DKI kemarin," ujar Tjahjo dalam pengarahan kepada eselon I, II dan III, di Jakarta, Jumat (16/6/2017)

Menurut Tjahjo harus ada ketegasan dari pihak terkait untuk mencegah hal tersebut. Pemerintah mengingatkan KPU, Bawaslu, dan aparat agar kampanye SARA dan kebencian dihilangkan.

"Harus kampanye adu konsep, adu gagasan bagaimana memajukan kesejahteraan masyarakat daerah," ujar dia.

Tjahjo mengatakan Pilkada 2018 mungkin akan beraroma Pilpres karena menyangkut 68 persen total pemilih Indonesia.

Dia meminta seluruh jajaran kemendagri untuk melakukan koordinasi ke seluruh daerah agar Pilkada berjalan lancar.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →