Kebanjiran Order Jelang Lebaran, Industri Tekstil Tambah Tenaga Kerja

Oleh : Ridwan | Senin, 04 April 2022 - 14:25 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Industri tekstil nasional diproyeksi kembali bergeliat menjelang Lebaran tahun 2022. Hal ini ditandai dengan semakin banyak pengusaha tekstil yang melakukan investasi mesin.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta di Jakarta, akhir pekan kemarin.

"Jelang Ramadan dan Idul Fitri permintaan konsumen mengalami peningkatan yang signifikan sehingga membuat perusahaan harus menambah kapasitas produksi," katanya.

"Bahkan saya dapat laporan dari teman-teman IKM banyak dari mereka yang kekurangan tenaga kerja karena banyaknya pesanan jelang Lebaran," tambah Redma.

Lebih lanjut, Redma membeberkan, di momen hari raya umat muslim ini, kenaikan utilitas kapasitas produksi di sektor hulu pada rayon meningkat hampir 95 persen, padahal biasanya hanya sekitar 80 persen.

"Kemudian di polyester kini juga sampai 85 persen, biasanya di bawah 70 persen. Artinya peningkatan yang sama juga terjadi pada sisi hilirnya di momen lebaran tahun ini," imbuhnya.

Kendati demikian, ada yang ia khawatirkan, yaitu masuknya barang impor secara ilegal. Menurutnya, itu akan mereduksi kinerja produk lokal di pasaran.

"Kami dengar barang impor sudah mulai masuk. Nah itu pasti ilegal. Karena pemerintah sudah keluarkan safeguard, safeguard itu bea masuknya sangat tinggi. Kalau legal, pakaian-pakaian impor engga mungkin bisa masuk. Kecuali yang highend, yang harga kainnya Rp 500 ribu per pcs. Tapi kalau Rp 50-100 ribu nggak mungkin bisa masuk," ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah untuk segera turun tangan melakukan penertiban. Tidak hanya pada penjualan langsung, tapi juga di platform daring.

"Kalo ada barang ilgeal masuk, dan tidak di handle, itu akan merugikan kita. Terutama di sisi hilir, karena kan tinggal jual ke ritel, sehingga dampaknya peritel lainnya harus bersaing dengan produk impor karena barangnya lebih murah," tutupnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →